Surya/

Citizen Reporter

Lampu Ini Membuat Buah Naga Panen Lebih Cepat

Kebun buah naga milik Sigit Purnomo yang berlokasi di Desa Siliragung Banyuwangi, membuka kebun untuk dijelajahi malam.

Lampu Ini Membuat Buah Naga Panen Lebih Cepat
foto: istimewa

MELIHAT  indahnya kebun buah naga saat siang tentu sudah biasa. Akan tetapi, apa jadinya jika
kebun buah naga yang elok dengan bunga-bunga putih dan buah-buahnya yang merah ranum
dinikmati keindahannya saat malam?

Tentu itu menjanjikan wisata edukasi yang unik. Kebun buah naga milik Sigit Purnomo yang
berlokasi di Desa Siliragung Banyuwangi, membuka kebun untuk dijelajahi malam.

Luas kebunnya lebih dari satu hektare. Lampu yang dipasang terang-benderang membuat
pengunjung dapat menikmati suasana kebuh saat malam.

Lampu-lampu yang dipasang berderet di sepanjang sela-sela tanaman justru mampu
menghadirkan kesan romantis dan hangat. Pemasangan lampu itu bukanlah tanpa maksud.

Buah naga merupakan jenis tanaman kaktus dari marga Hylocereus yang berbunga hanya pada
malam hari (night blooming cereus) sehingga untuk proses penyerbukan yang sempurna dengan
bantuan manusia hanya mungkin dilakukan malam.

“Pemberian cahaya lampu itu untuk meningkatkan produksi buah naga. Jika pada umumnya
buah naga memiliki masa panen 6 bulan sekali maka dengan teknik penyinaran yang tepat
tanaman buah naga bisa panen di luar musim,” jelas Sigit yang memasang tiang listrik khusus
untuk memenuhi kebutuhan penyinaran yang cukup bagi kebunnya.

Teknik penyinaran tanaman buah naga yang dikembangkan petani buah naga di Banyuwangi
pada umumnya ada dua cara, yaitu sistem 4-1 (satu lampu untuk menyinari 4 pohon) dan sistem
2-1 (satu lampu untuk dua pohon).

Sigit menerapkan sistem penyinaran kombinasi dari kedua teknik (metode apit).

Itu terbukti cukup ampuh meningkatkan produksi buah naganya. Sigit bisa memanen hingga dua
kali dalam satu bulan.

Pada akhirnya dengan teknik penyinaran itu diharapkan menjamin ketersediaan buah naga di
pasaran setiap saat dan masyarakat dapat menikmati manfaat buah naga kapan saja.

Kemampuan panen di luar musim secara ekonomis memberi efek domino pada peningkatan
harga jual buah naga.

Jika pada musim normal petani menjual dengan harga berkisar Rp 3.000 per kilonya, maka di luar musim harga jual bisa mencapai tiga kali lipatnya.

“Dengan begitu bertani buah naga menjadi idola bagi petani khususnya di Banyuwangi. Saat ini
Banyuwangi menjadi salah satu daerah pemasok buah naga terbanyak, yaitu mencapai 80 persen
kebutuhan nasional. Itu menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara pemasok buah naga di
pasar internasional,” lanjut Sigit dengan mantap.

Hapsari Chandra
Pegiat literasi di Pasuruan

Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help