Kuliner

Bikin Martabak Manis ternyata Gak Gampang, Enakan Makannya

Demo membuat martabak manis ini digelar di hadapan 60 anak panti asuhan yang hadir di Foodcourt ‘Makmu’, Minggu (11/2/2018).

Bikin Martabak Manis ternyata Gak Gampang, Enakan Makannya
surya/habibur rohman
MARTABAK MANIS MAKMU - Anak anak dari beberapa panti asuhan terlibat langsung membuat martabak manis (terang bulan) delapan rasa di Makmu Kiper (Makanan Murah Bikin Laper) Merr Surabaya, Minggu (11/2/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Martabak manis atau yang lebih dikenal dengan sebutan terang bulan, tentu sudah makanan yang asing, apalagi bagi anak-anak. Tetapi bagaimana cara membuatnya?

Demo membuat martabak manis ini digelar di hadapan 60 anak panti asuhan yang hadir di
Foodcourt ‘Makmu’, Minggu (11/2/2018).

Handoko dan Andre, juru masak ‘Makmu’ langsung memberi kesempatan pada anak-anak itu untuk praktik memasak.

“Pertama-tama adalah bikin adonan dulu. Campurkan 1 kg tepung dengan 1 liter air,” ucap
Handoko.

Davin murid kelas enam sekolah dasar yang diberi kesempatan memasak pun melakukannya
dengan sangat antusias. “Sempat grogi pegang mixernya. Kan nggak pernah masak aku,”
tuturnya.

“Seru! Ternyata bikin adonan nggak gampang ya. Enakan makannya,” celetuk Ravi sambil
tertawa.

Setelah adonan jadi dan dipanaskan di atas wajan khusus untuk terang bulan, anak-anak pun
melanjutkan aksinya dengan menghiasi bagian atas makanan tersebut.

“Ayo sekarang bikin topingnya ya. Bisa pilih keju, cokelat, atau marshmello,” cetus Andre.

Keseruan membuat martabak manis ini digelar untuk memeriahkan Hari Kasih Sayang.

Selain demo memasak martabak manis bagi anak-anak panti asuhan yang usianya di bawah 10 tahun, manajemen Makmu juga menggelar tips bikin kopi bagi remaja yang usianya di atas 15 tahun, Rabu (14/2/2018).

“Kami memang berusaha memberi kesempatan mereka yang sudah beranjak dewasa untuk
belajar berbisnis lewat ketrampilan bikin kopi. Siapa tahu nanti mereka mau bikin warung kopi,”
kata Christian Pieschel, Markom Makmu.

Menurut pria yang akrab disapa Chies ini, teknik pembuatan kopi diajarkan mulai dari tingkat
dasar yaitu membuat kopi sachet sampai yang menggunakan manual brew.

“Ibaratnya kami ingin membantu mereka tapi tidak hanya dalam bentuk uang, tetapi ilmu yang bisa dimanfaatkan buat masa depannya,” ungkap Chies.

Selain diajari meracik kopi, anak-anak panti asuhan ini juga diajarkan hingga ke teknik
perhitungan bisnisnya.

“Kami ajari mereka menghitung berapa modal yang diperlukan untuk mulai usaha, juga perhitungan berapa laba yang harus didapat sehingga mereka bisa eksis dalam berbisnis,” paparnya. 

Penulis: Achmad Pramudito
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved