Surya/

Road to Election

Aktivis: Waspada Isu-isu Jakarta Digoreng-goreng Dibawa ke Jatim, Pemainnya Sudah Meringsek

Para aktivis itu juga mencium adanya beberapa gejala bahwa pemain-pemain dalam Pilkada Jakarta beberapa waktu lalu mulai meringsek ke Jawa Timur.

Aktivis: Waspada Isu-isu Jakarta Digoreng-goreng Dibawa ke Jatim, Pemainnya Sudah Meringsek
surya/M taufik
DEKLARASI : Sejumlah aktivis berkumpul di Sidoarjo untuk menggelar deklarasi Pilgub Damai Jawa Timur, Sabtu (9/2/2018) malam. 

SURYA.co.id I SIDOARJO - Sejumlah elemen demokrasi berkumpul di Sidoarjo, Sabtu (9/2/2018) malam.

Selain berdiskusi tentang sejumlah hal terkait pilkada, mereka juga bersama-sama menggelar Deklarasi Pilgub Damai Jawa Timur.

Para aktivis yang ikut dalam kegiatan ini diantaranya dari Pena 98 Presidium Jatim, Pospera (posko perjuangan rakyat), kelompok kerja Nahdliyin Sidoarjo, Pusaka (pusat studi kebijakan publik dan advokasi) Sidoarjo, Gusdurian Sidoarjo, dan sejumlah elemen lain.

"Kami sepakat untuk bersama-sama menjaga dan mengawal proses pilkada, khususnya Pilgub Jatim. Karena Jawa Timur merupakan barometer nasional, jangan sampai ada tangan-tangan kotor yang merusak demokrasi di Jatim," kata Syafii Nawari, presidium Pena 98 Jatim.

Gejala adanya aksi-aksi kurang terpuji untuk merusak pesta demokrasi disebutnya sudah terlihat.

Di beberapa daerah, seperti Madura dan Pasuruan, ada pihak-pihak yang sudah memainkan isu sara melalui medsos dan sebagainya.

"Jangan sampai itu melebar. Jangan lagi ada kampanye-kampanye negatif, berbau sara, dan sebagainya itu merusak demokrasi kita," sambung Adi Surya, Gusdurian Sidoarjo.

Para aktivis itu juga mencium adanya beberapa gejala bahwa pemain-pemain dalam Pilkada Jakarta beberapa waktu lalu mulai merangsek ke Jawa Timur.

Mereka berusaha membawa isu-isu politik negatif ke Jawa Timur.

"Makanya kami terus mengajak dan mendorong kawan-kawan dari berbagai elemen untuk selalu waspada terhadap isu-isu Jakarta yang digoreng-goreng dibawa ke Jatim," ujar Fauzi, perwakilan dari Pusaka.

Dalam kesempatan ini, para aktivis juga mengingatkan kepada para elit politik untuk memberi contoh yang baik kepada masyarakat.

Jangan sampai memakai cara-cara kotor demi memenangi konstelasi pilkada.

Demikian halnya kepada aparat penegak hukum dan elemen-elemen pemerintah, diharapkan benar-benar bisa netral. "Pilkada atau pesta demokrasi memang penting, tapi yang lebih penting adalah keutuhan bangsa dan negara ini," tegasnya.

Meski sejauh ini semua terlihat aman dan adem ayem, para aktivis merasa tetap perlu waspada. Sebab potensi-potensi persoalan itu menurut mereka sudah cukup kentara dan harus mendapat perhatian serius.

Penulis: M Taufik
Editor: Musahadah
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help