Surya/

Khofifah dan Emil Menuju Jatim 1

Khofifah Indar Parawansa Bakal Gelontor Dana untuk Kebutuhan Pembangunan Madura

Khofifah mengatakan bakal mencanangkan sejumlah program untuk Madura. Salah satunya adalah program pengembangan pendidikan di wilayah pesantren.

Khofifah Indar Parawansa Bakal Gelontor Dana untuk Kebutuhan Pembangunan Madura
surya/ahmad zaimul haq
Bakal Calon Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa saat berkunjung ke kantor redaksi Harian Surya, Senin (5/2/2018). 

SURYA.CO.ID | JEMBER - Pembangunan dan pengembangan kawasan Madura bakal menjadi salah satu program yang diusung oleh pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak.

Dalam sambutannya di depan relawan, kiai dan santri Pondok Pesantren Nurul Qarnain Baletbaru Sukowono Jember Jumat (9/2/2018), Khofifah mengatakan bakal mencanangkan sejumlah program untuk Madura. Salah satunya adalah program pengembangan pendidikan di wilayah pesantren.

"Selain beasiswa untuk hafidz hafidzoh, Pak Yai Bu Nyai, kemarin saya di Jakarta sampai jam setengah tiga pagi kumpul dengan tim yang bisa bedah program.

Antara lain saya melakukan sinkronkan soal hasil keputusan pertemuan kiai dan pondok psantren di Sampang, mereka ingin agar di beberapa pesantren dilakukan pendidikan vokasi, ada yg ingin satu jari dan ada yanh ingin dua hari," kata Khofifah.

Khofifah lalu berkomunikasi ke Gubernur Jawa Timur Soekarwo terkait hitung-hitungan kebutuhan dan adanya anggaran hibah.

Khususnya untuk mengetahui berapa dana yang bisa dialokasikan untuk melaksanakan amanah dan usulan dari kiai dan ponpes di Madura.

"Saya lalu komunikasika ke Pakde Karwo, Pakde kalau anggaran hibah sekitar Rp 7,5 trilliun, kira kira untuk pendidikan vokasi di pesantren se Madura, karena mereka yang usul, kira kira kita butuh berapa banyak.

Menurut hitung-hitungan saya khusus untuk program di Madura, kita itu butuh standar minimal Rp 1,6 trilliun," ucap Khofifah.

Anggaran sebesar Rp 1,6 trillun itu dikatakan Khofifah adalah dana minimal yang standar digelontor untuk pendidikan dan pesantren di Madura.

"Jadi kalau hanya Rp 1 trilliun itu sebetulnya kekecilan untuk kebutuhan masyarakat Madura. Jadi kalau ada yang menyampaikan di Madura hanya Rp 1 trillun itu kurang," tegas Khofifah.

Sebab berdasarkan hitungannya sapaan untuk Madura minimal harus Rp 1,6 trillun.

Khofifah pun lalu menjabarkan asal muasal hitungannya dari mana sehingga mendapatkan angka tersebut.

Dijelaskan Khofifah, dari APBD Jatim sebesar Rp 29,6 trillun, alokasi untuk gaji pegawai hampir Rp 6,5 trilliun, selebihnya yaitu sebesar Rp 7,5 trilliun itu untuk hibah, lalu ada Rp 5,4 trilliun untuk bagi hasil, dan Rp 9,3 triliiun sisanya untuk berbagai pemerataan program di Jatim.

"Artinya, di pesantren Nurul Qarnain, jika panjenengan menberikan dukungan untuk Khofifah Emil, insyallah terkait beasiswa untuk guru madin, dan rekomendasi pendidikan vokasi untuk Madura baik satu dan dua hari, insyallah sudah dalam hitung-hitungan," tegas Khofifah.

(fz/Fatimatuz Zahroh)

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help