Berita Ekonomi Bisnis

3.000 Petani Berpotensi Terima Dana Kredit Bergulir Pertanian dari Hulu hingga Hilir

Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) memberikan dana bergulir untuk program agribisnis dan maritim senilai Rp 100 miliar.

3.000 Petani Berpotensi Terima Dana Kredit Bergulir Pertanian dari Hulu hingga Hilir
surya/sugiharto
Aseisten II Bidang Perekonomian, Fatah Yasin (berkumis) bersama Direktur Ritel Konsumer dan usaha Syariah Bank Jatim, Tony Sudjiarianto (kanan) dalam penandatanganan penerimaan kredit dana bergulir di Desa Sugihwaras, Ngoro Jombang, Jumat (9/2/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) memberikan dana bergulir untuk program agribisnis dan maritim senilai Rp 100 miliar. Penyaluran kredit dana bergulir itu dilakukan lewat PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur atau Bank Jatim.

"Kredit dana bergulir ini untuk pertanian khusus beras senilai Rp 70 miliar. Sisanya baru untuk perkebunan dan perikanan," jelas Fattah Yasin, Asisten II Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Jatim, di sela kegiatan penyerahan secara simbolis menyerahkan Surat Penandatanganan Perjanjian Kredit (SPPK) Program Hulu Hilir di Jombang, Jumat (9/2/2018).

Kredit dana bergulir ini diberikan melalui Bank Jatim dengan bunga 6 persen per tahun dengan jangka waktu maksimal tiga tahun.

Program ini ditargetkan untuk luasan lahan 1.600 hektar di enam daerah. Yaitu Kabupaten Jombang, Malang, Tuban, Kediri, Ngawi dan Jember. Berpotensi untuk bisa dimanfaatkan oleh 3.000 petani di enam wilayah tersebut.

Tony Sudjiamemryanto, Direktur Ritel, Konsumer & Usaha Syariah Bank Jatim, menambahkan, sebagai tahap awal, penyaluran diberikan di Kabupaten Jombang untuk 78 calon debitor.

"Total untuk di wilayah Jombang ini nilai kredit dana yang kami kucurkan Rp 170 juta untuk 78 petani. Kredit ini dimanfaatkan untuk pengembangan usaha petani padi mulai dari hilir hingga hulu," jelas Toni.

Yaitu mulai dari benih, pupuk, biaya pengolahan lahan, hingga panen termasuk serapan beras. Karena kredit dana bergulir ini dimanfaatkan untuk hilir hingga hulu.

Keberadaan program ini diharapkan bisa meningkatkan nilai tambah dan atau mengurangi penganfguran dengan optimalisasi sektor agrobisnis maritim.

Selain pertanian beras, kredit dana bergulir yang diberikan Pemprov, yang senilai Rp 30 miliar, akan diberikan untuk perkebunan, yaitu berkebunan kopi dan kakao (coklat) dan perikanan. Untuk perikanan adalah untuk budidaya ikan lele.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help