Surya/

Berita Sidoarjo

Situs Peninggalan Majapahit di Sidoarjo Diusulkan Jadi Destinasi Wisata Baru

Situs peninggalan Majapahit yang baru ditemukan di Desa Kedung Bocok, Tarik, Sidoarjo bakal diusulkan jadi destinasi wisata baru.

Situs Peninggalan Majapahit di Sidoarjo Diusulkan Jadi Destinasi Wisata Baru
ist/youtube Riko Tuber
Situs alas Trik yang diduga peninggalan jaman Majapahit yang ditemukan di Sidoarjo. 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Situs peninggalan Majapahit yang baru ditemukan di Desa Kedung Bocok, Tarik, Sidoarjo bakal diusulkan menjadi destinasi wisata baru di Kota Delta. 

Namun, rencana usulan menjadikan tempat ini sebagai lokasi wisata masih harus menunggu hasil penelitian dan kajian yang dilakukan oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan, Mojokerto.

"Kami tunggu rekomendasi dari BPCB Trowulan dulu. Apakah pemerintah daerah bisa mengelola dan memanfaatkan lokasi tersebut menjadi destinasi wisata atau tidak," kata Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Pemkab Sidoarjo, Joko Supriyadi, Kamis (8/2/2018).

Sekarang ini, BPCB masih terus melakukan penelitian terkait situs yang diduga kuat peninggalan Mojopahit itu.

"Setelah itu nanti akan kami ajak ngobrol atau rapat, hasilnya apa setelah diteliti. Termasuk bagaimana tindak lanjutnya," sambung dia.

Dari situlah baru akan diputuskan, apakah lokasi tersebut dapat dikelola menjadi destinasi wisata atau tidak. Jika bisa, pihaknya bakal langsung mengambil langkah strategis untuk mengelolanya.

"Jika bisa, kami akan langsung melakukan persiapan untuk memanfaatkan lokasi tersebut menjadi destinasi wisata. Tapi jika tidak, ya kami akan mengikuti rekomendasi pihak BPCB seperti apa," tandasnya.

Ditemukannya situs ini berawal saat warga menggali tanah.

Di sekitar lokasi, juga ditemukan barang-barang kuno yang diduga peninggalan kerajaan Majapahit, di masa kejayaannya menguasai Nusantara.

Sejak situs itu ditemukan, warga terus berbondong-bondong ke lokasi untuk melihat langsung.

Mereka mendapat kabar dari media massa dan berbagai media sosial yang banyak membicarakan temuan ini.

Para pelajar, mahasiswa hingga arkeolog juga terus berdatangan ke sana untuk menyaksikan batu kuno yang panjangnya 13,5 meter dam lebar 9,2 centimeter itu.

Penulis: M Taufik
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help