Surya/

Citizen Reporter

Bukan Hanya Kopi, Seruput Juga Ilmunya

Nongkrong, tertawa, minum kopi adalah paket nikmat. Jika diselipi dengan topik buku dan dibahas dengan gembira, pasti bahagianya komplet.

Bukan Hanya Kopi, Seruput Juga Ilmunya
pixabay.com

Ngopi bareng di warung kopi sambil main game, rasanya sudah biasa. Kalau ngopi bareng sambil bawa buku? Minat baca di Indonesia belum tinggi lho....

Ngobrolnya juga tentang buku. Keren, kan? Itu seperti yang diungkapkan Meytika dari Komunitas Booklicious Malang.

"Ceritanya, dia adalah seorang guru inklusi yang sedang berjuang. Kegiatannya mengelola Rumah Inspirasi mengajak anak disabilitas untuk berkarya. Sangat menginspirasi banyak orang," ucap Meytika.

Saat itu ia mendapat giliran pertama menceritakan buku yang telah dibaca. "Buku ini menurut dosen sudah biasa menjadi rujukan," tambahnya sambil menunjukkan buku yang diceritakan.

Lain orang, lain lagi buku yang diceritakan. Rahma, salah satu di antara mereka menceritakan buku dari penulis ilmu psikologi ternama, Sigmund Freud.

Kebetulan itu adalah buku teks untuk kuliah. Ia menjelaskan beda antara id, ego, dan superego dari buku yang dibaca. Itu kemudian ditambah tanya jawab setiap akhir sesi cerita. Belum lagi cerita dari anggota-anggota yang lainnya.

Kegiatan yang mereka lakukan memang menceritakan buku yang sedang maupun sudah dibaca sehingga menuntut setiap yang bergabung membawa masing-masing buku. Untuk buku yang dibawa pun juga beragam. Itu bergantung pada kesukaan masing-masing orang alias bebas.

Dingin yang datang dari hujan malam Jumat, (2/2/2018) justru terlihat menghiasi canda tawa mereka. Jika tidak paham pun mereka tidak akan sungkan-sungkan bertanya.

Itu berbeda dengan di kelas, walaupun sama-sama belajar. Mereka bebas sambil menyedu kopi, teh, maupun makan sekedar makanan ringan.

Salah satu tujuan kegiatan seperti itu, selain menjadikan berliterasi lebih asyik, juga untuk melatih kemampuan public speaking setiap anggotanya. Itu mengingat, banyak baca bukan berarti cakap dalam berbicara apalagi di depan umum dengan baik.

Komunitas Booklicious/Pecinta Buku Malang itu rencananya juga akan mengadakan kegiatan serupa akhir pekan yang akan datang. Jumat itu bertempat di Sahabat Coffee.

Lokasinya dapat berpindah-pindah di sekitar Universitas Negeri Malang, Universitas Muhammadiyah Malang, atau di Universitas Brawijaya. Itu karena anggota Komunitas Booklicious kebanyakan adalah mahasiswa tiga kampus itu.

Mari mencari tempat ngopi yang cocok untuk nongkrong sambil berbincang tentang buku

Annisa
Komunitas Booklicious Malang

Editor: Endah Imawati
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help