Surya/

Berita Banyuwangi

‎Banyuwangi Rintis Wisata Gumuk Tengah Sawah

Masyarakat Banyuwangi, dengan bimbingan Disperngan Banyuwangi akan mengembangkan wisata gumuk tengah sawah. Seperti apa modelnya?

‎Banyuwangi Rintis Wisata Gumuk Tengah Sawah
surabaya.tribunnews.com/haorrahman
Kawasan persawahan di Songgo Langit Banyuwangi, dilengkapi rest area oleh masyarakat setempat untuk wisatawan. 

SURYA.co.id | BANYUWANGI - Tidak hanya Pemerintah Kabupaten (Pemkab), namun masyarakat ‎Banyuwangi juga turut mengembangkan pariwisata. 

Dengan bimbingan Dinas Perikanan dan Pangan (Disperngan) Banyuwangi, masyarakat Dusun Lida, Desa Gambiran, Kecamatan Gam‎biran, merintis wisata gumuk tengah sawah.

Kepala Disperngan Banyuwangi, Hary Cahyo Purnomo, mengatakan, Dusun Lida terdapat banyak gumuk (gundukan tanah) yang berada di tengah sawah.

"Gumuk-gumuk yang ada di tengah sawah itu sayang apabila tidak dimanfaatkan," kata Hary, Kamis (8/2).

Hary mengatakan, pihaknya mengoptimalkan kelompok budidaya ikan (pokdadan) dan kelompok masyarakat pengawas (pokmaswas) Cempo Lulut, untuk merintis wisata gumuk tengah sawah.

"Kami juga mengoptimalkan ibu-ibu di dusun tersebut untuk juga turut terlibat," kata Hary.

Dalam pengembangannya menurut Hary, akan dipenuhi berbagai fasilitas agrowisata, seperti kolam ikan, pohon durian, buah naga, dan sayuran hidroponik.

"Konsepnya seperti agrowisata, tapi tidak hanya buah-buahan, kami juga akan lengkapi dengan sayuran dan ikan," kata mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Banyuwangi tersebut.

Di gumuk-gumuk tersebut akan dibuat gubuk-gubuk agar wisatawan bisa melihat hamparan sawah.
Nantinya wisatawan bisa menikmati dengan memetik sendiri durian, buah naga, sayuran, dan lainnya.

Tidak hanya itu, wisatawan juga bisa memancing ikan dan bisa langsung diolah dan dinikmati.

"Jadi nanti setelah lelah memetik buah atau mancing, bisa istirahat di gubuk sambil menikmati buah atau ikan," kata Hary.

Selain di Gambiran, wisata serupa juga dikembangkan di Songgo Langit, Desa Banjar, Kecamatan Licin. Masyarakat setempat mempercantik sawah-sawah terasiring dengan gubuk-gubuk peristirahatan bagi wisatawan.

Saat ini di Banyuwangi terus berkembang wisata alternatif. Seperti yang saat ini sedang tren wisata jalan kaki.

Sejumlah pelaku wisata mengembangkan paket ini dengan mengajak wisatawan dan komunitas penggemar jalan kakiuntuk menyusuri sejumlah destinasi wisata. Mereka menyusuri persawahan, perbukitan, dan pelosok-pelosok desa sambil lebih mengenal budaya masyarakat, keindahan alam, maupun tradisi seni di tiap daerah yang dilintasi.

"Sekarang banyak wisatawan yang blusukan ke desa-desa, terutama wisatawan asing. Ini upaya agar masyarakat di pedesaan siap untuk mengambil peluang wisata," tambah Hary. 

Penulis: Haorrahman
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help