Citizen Reporter

Awas Es Krim Ini Bisa Meledak

Adrian Ishak hanya menerima 29 orang di restonya. Sampai April, daftar tunggu sudah penuh. Dengan Rp 1.250.000 setiap orang bisa menikmati 17 sajian.

Awas Es Krim Ini Bisa Meledak
pixabay.com

Cari sisi yang tidak dipikirkan orang lain. Jika orang lain sudah memikirkan itu, wujudkan sebelum yang lain membuatnya.

Menjadi berbeda menjadi salah satu pemikat dalam bisnis. Meski demikian, jika hanya berbeda tanpa tambahan nilai plus, itu akan cepat ditinggalkan konsumen.

Ada banyak chef di negeri ini. Setiap chef berusaha menunjukkan sisi istimewa. Itu juga yang dilakukan Adrian Ishak. Chef muda dari Namaaz Dining di Jakarta. Ia mengawali membuat restoran molecular gastronomi.

Molekular gastronomi adalah studi ilmiah bidang kuliner yang digunakan para chef untuk bereksperimen menciptakan menu makanan terbaru. Makanan yang dibuat dikreasikan dengan unsur-unsur fisiokimiawi, agar makanan yang baru dikreasikan hingga setelah dikonsumsi dapat dirasakan dalam bentuk yang berbeda secara sensorik.

Di Indonesia, perkembangan molekular gastronomi belum terlalu karena molekular gastronomi memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi. Peluang inilah yang dilirik Adrian.

Adrian Ishak yang awalnya menggeluti bidang musik, beralih profesi menjadi chef molekular gastronomi. Ia tidak ingin meneruskan usaha ayahnya yaitu katering.

Ia ingin membuat makanan menjadi lebih berseni. Ia belajar banyak melalui internet, karena tertarik pada salah satu restoran di Spanyol yang menyajikan menu molekular gastronomi.

Ditemui di acara Creativepreneur Corner 2018 yang diadakan Telkomsel di Surabaya di Jatim International Expo, Minggu (28/1/2018), ia banyak menceritakan Namaaz Dining. Restoran Namaaz Dining setiap malamnya hanya menerima 29 pengunjung.

Ke-29 orang itu hanya orang-orang yang telah melakukan reservasi sebelumnya. Adrian mengakui, waiting list di restorannya cukup lama, yakni sekitar satu hingga dua bulan. Saat ini sampai April sudah penuh kecuali Minggu dan Senin, saat resto tutup.

“Saya juga heran. Banyak orang yang mau mengantre dan membayar Rp 1.250.000 per orang untuk makan di restoran saya. Benar-benar saya nggak menyangka sebelumnya,” kata Adrian seraya tertawa.

Halaman
12
Editor: Endah Imawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help