Surya/

Bisnis

40 Persen Agen Tiket Pesawat Masih Beri Layanan Secara Konvensional

Meski banyak calon penumpang beralih ke online untuk urusan pesan tiket, nyatanya masih ada 40 persen agen yang melayani secara konvensional.

40 Persen Agen Tiket Pesawat Masih Beri Layanan Secara Konvensional
surya/nuraini faiq
Sejumlah penumpang memasuki pesawat Sriwijaya Air yang akan terbang perdana rute Surabaya-Jayapura, Jumat (24/2/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Meski trend pemesanan tiket angkutan umum bisa diakses secara personal dan online, dari 100 persen pemesanan tiket pesawat yang dilakukan melalui agen, masih sekitar 40 persen adalah agen pesawat secara konvensional.

Kontribusi mereka masih besar untuk melayani pembelian tiket secara rombongan atau kelompok yang seringkali kurang teradopsi oleh layanan tiket secara online. 

"Bagi Sriwijaya Air, mereka masih memberi kontribusi yang besar. Sekitar 80 persen penjualan tiket kami melalui agen tiket baik konvensional maupun online. Memang 40 persen adalah agen konvensional," kata Hendrik Ardiansyah,

District Manager Sriwijaya Air Surabaya, disela agen gathering yang digelar Rabu (7/2/2018) malam.
Karena itu apresiasi bagi para mitra agen masih diberikan maskapai yang mendapat OTP (On Time Performance) peringkat satu untuk Nam Air dan kedua untuk Sriwijaya Air, yang merupakan satu group tersebut. Sedikitnya 40 perwakilan agen diundang untuk mendapat apresiasi nonton bioskop bareng yang rutin digelar setiap dua bulan sekali.

"Selain itu dalam sebulan sekali ada award atau penghargaan bagi agen dengan jumlah penjualan tertinggi. Kerjasama kami dengan agen memang ada target dan memang mayoritas sesuai target," ungkap Hendrik.

Selain 80 persen penjualan tiket dilayani agen, hanya 20 persen yang dilayani langsung melalui Sriwijaya Air. Dari jumlah itu, hanya 10 persen yang melalui aplikasi Sriwijaya Air. Sisanya masih konvensional datang ke layanan kantor Sriwijaya Air.

Awal tahun 2018 ini yang masuk dalam low season untuk pasar penerbangan, Group Sriwijaya malah mengalami peningkatan load factor dengan adanya long week end pada libur perayaan Imlek 2018 ini.

"Kami antisipasi dengan menambah extra flight rute Surabaya - Denpasar dengan satu kali penerbangan sehari. Bila sebelumnya dua kali sehari, mulai 9 Februari kami tambah menjadi tiga kali sehari hingga akhir Februari," jelas Hendrik.

Extra flight itu menggunakan penerbangan pesawat Boeing 737-800 dengan kapasitas kursi duduk 188 seat. Low season diprediksi akan berlangsung hingga pertengahan April 2018.

Namun trend penumpang meningkat di musim low season akan terjadi di bulan Maret. Dimana ada dua kali long week end di bulan itu.

"Ada pertolongan Long Week End yang membuat musim low season saat ini ada peningkatan," tambah Hendrik.

Tak hanya itu, Sriwijaya yang sepanjang tahun 2017 mencapai load factor rata-rata 88 persen itu, juga mentargetkan pertumbuhan load factor maupun penumpang yang tidak kalah besar di tahun 2018 ini. Tahun dengan kegiatan politik baik pilkada maupun pemilu legislatif ditarget bisa meningkatkan potensi pasar tumbuh 5 persen dibanding 2017.

"Kami optimis tahun politik masih bisa tumbuh positif. Pelayanan juga kami tingkatkan dengan akan ada rute-rute baru serta peningkatan OTP yang ditargetkan juga naik 5 persen," pungkas Hendrik.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help