Surya/

Lapor Cak

Rawan Kendaraan 'Nyerempet' Dari Arah bundaran Waru Ke Frontage Jalan Ahmad Yani

Lalu lintas di area bundaran Waru dikeluhkan pengendara jalan. Apalagi aturan baru mengharuskan motor melewati frontage Jalan Ahmad Yani.

Rawan Kendaraan 'Nyerempet' Dari Arah bundaran Waru Ke Frontage Jalan Ahmad Yani
surya/sulvi sofiana
Spanduk himbauan roda dua agar melintas di frontage road A Yani Surabaya 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kepadatan lalu lintas di area bundaran Waru Sidoarjo banyak dikeluhkan pengendara jalan. Apalagi peraturan baru mengharuskan kendaraan roda dua melewati frontage Jalan Ahmad Yani.

Sehingga pengendara kerap harus memotong jalan hingga terjadi kendaraan saling menyenggol atau menyerempet.

Suluh Dwi Pambudi (33), warga Medaeng, Waru, Sidoarjo kerap menemukan pemandangan tersebut saat harus ke Surabaya di pagi hari. Karena kepadatannya cukup tinggi di kawasan tersebut.

"Kalau siang biasa aja, nggak begitu ramai," katnya. 

Namun, ia berharap akan adanya petugas di pertemuan 2 arus kendaraan. Sehingga baik ibu-ibu atau anak sekolah yang belum lihai berkendara bisa aman.

"Kalau ibu-ibu biasanya panik kalau kesulitan ambil jalur. Bisa di terobos aja malah kecelakaan nanti,"ujarnya.

Hal serupa diungkapkan Sahlan (28), pria yang bertemu temannya di depan City Of Tomorrow (Cito) mall ini mengungkapkan jadi lebih berhati-hati saat harus melintas di area bundaran Waru menuju ke Frontage Jalan Ahmad Yani.

"Kalau nggak ada polisi jaga saya milih tetap lewat di jalur Ahmad Yani, kalau lewat frontage bingung nyeberangnya,"urainya.

Iapun memilih lewat jalan alternatif di bawah jalan utama kali ini. Apalagi ia harus berhenti di depan Cito mall. Sehingga cukup berbahaya jika ia memilih lewat bundaran Waru.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help