Citizen Reporter

Kalau Mahasiswa Lakukan Ini, Masa Masih Tega?

Urusan sampah menjadi masalah bagi semua warga. Ketika sudah buntu dan mahasiswa turun langsung mengeruk sampah, masih tega membuang sembarangan?

Kalau Mahasiswa Lakukan Ini, Masa Masih Tega?
ist

Mungkin tembang Lir-ilir akrab di telinga. Kali ini ada yang berbeda dengan program Lir-ilir buatan mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga.

Lir-ilir adalah singkatan dari Lingkungan Resik, Kali Mengalir. Itu sebuah program kegiatan yang mengajak warga Tenggumung, RW VIII Kelurahan Wonokusumo, Kecamatan Semampir, Surabaya.

Mereka diajak untuk lebih menjaga kebersihan lingkungan, khususnya kali yang penuh dengan sampah.
Kegiatan dilakukan Minggu (4/2/2018). Mulai pukul 06.00 warga sudah keluar rumah untuk membersihkan selokan dan sungai/kali. Selama ini selokan kecil yang berada di depan rumah ditutup beton.

Warga terpaksa menutup dengan beton karena gang yang sempit. Dengan ditutup beton, ada lahan untuk parkir dan jalan. Namun ketika beton dibuka, ternyata sampahnya menumpuk.

Bukan hanya itu. Di Tenggumung Wetan Gang Garuda II terdapat kali yang cukup lebar namun juga penuh dengan sampah.

Menurut warga, bukan hanya warga setempat yang membuang sampah di kali, namun pengguna jalan yang lewat juga kerap melemparkan sampahnya. Yang banyak ditemukan adalah sampah plastik sampai pampers bayi.

Kerja bakti itu bekerja sama dengan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Surabaya. Sekitar pukul 10.30 pihak DKP datang untuk mengangkut sampah yang telah terbungkus karung.

Matru’i, Ketua RW VIII Kelurahan Wonokusumo mengatakan, kehadiran mahasiswa FKM membuat warga bersemangat.

“Memang sudah lama kami tidak melakukan kerja bakti. Makanya kami sangat terbantu dengan kehadiran teman-teman mahasiswa FKM Unair yang semangat mengajak warga untuk berhenti membuang sampah di kali,” ungkap Matru’i.

Kegiatan berlanjut dengan pemasangan papan peringatan dan banner di sepanjang sungai. Diharapkan, dengan pemasangan papan dan banner peringatan itu masyarakat menjadi sadar dan malu bila masih membuang sampah di sungai.

Tidak berhenti di situ, kegiatan selanjutnya adalah pengecatan paving di Tenggumung Wetan Gang III. Paving dicat dengan warna merah, kuning, hijau, dan biru. Tujuannya untuk mempercantik lingkungan supaya warga semakin tidak tega bila lingkungannya kotor.

Pada sesi pengecatan, anak-anak usia SD banyak yang berkumpul. Mereka bersemangat dan senang membantu mengecat.

Muhammad Sabilal Mujahidin, Ketua Tim mengatakan, Lir-Ilir akan dilakukan setiap bulan sekali. Manfaat Lir-Ilir sangat banyak.

“Kami berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat untuk tidak membuang sampah di sungai. Selain untuk mencegah tumbuhnya nyamuk, juga mencegah banjir karena saluran air yang tersumbat. Semoga kegiatan Lir-Ilir ini bisa dilakukan rutin,” katanya.

Zulfia Husnia
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Airlangga

Editor: Endah Imawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help