Surya/

Berita Gresik

Divonis Penjara 9 Tahun, Pembunuh Istri di Gresik ini Malah Sujud Syukur, Kok Bisa?

Ilham Rois, pria yang didakwa membunuh istrinya di Gresik secara sadis, malah sujud syukur saat hakim menjatuhkan vonis penjara 9 tahun.

SURYA.co.id | GRESIK – Ilham Rois (41), pria dari Jl Kampung Malang Tengah, Kelurahan Wonorejo, Kecamatan Tegalsari, Surabaya yang menjadi terdakwa kasus pembunuhan di Gresik, divonis bersalah oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Gresik.

Pria yang didakwa membunuh istrinya secara sadis itu dijatuhi vonis 9 tahun penjara. Vonis itu empat tahun lebih rendah dari tuntutan jaksa yang selama 13 tahun.

Sidang dengan agenda putusan dipimpin Majelis hakim PN Gresik Lia Herawati dengan  penuntut umum Thesar Yudi Prasetya.

Dalam persidangan, sebelum membacakan vonis, hakim membacakan berkas dakwaan yang isinya menyatakan bahwa Ilham Rois terbukti membunuh istri sendiri, Utie Arisanti (40),  karena cemburu. Dia menduga, istrinya itu selingkuh.

Dugaan selingkuh itu muncul setelah Ilham Rois membaca pesan di dalam telepon seluler (Ponsel) milik allmarhum Utie dan diperkuat lagi setelah melihat tanda merah di leher korban yang menyerupai bekas ciuman. 

Tanda merah di leher itu dilihat Rois saat mereka berhubungan intim di semak-semak, desa Kesamben Wetan, Kecamatan Driyorejo.  

Baca: Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan di Kesamben Wetan Driyorejo Gresik, ini Penjelasannya

Baca: VIDEO: Saat Jasad Wanita Hangus Terbakar Diangkat, Gadis ini Berteriak Histeris, Ternyata Dia. . .

Pada 7 Juni 2017, Rois melampiaskan kemarahannya dengan cara memukul dan membakar korban hingga meregang nyawa. 

“Terdakwa terbukti melakukan kekerasan fiksik dalam rumah tangga yang mengakibatkan hingga meninggalnya seseorang. Menjatuhkan pidana selama 9 tahun terhadap terdakwa dan tetap ditahan,” kata Lia Herawati.

Mendengar putusan itu, terdakwa langsung sujud ke lantai di hadapan majelis hakim. Baru kemudian hakim mempersilahkan duduk kembali. Namun, atas putusan itu, kuasa hukum terdakwa dan Willem Mintarja dan JPU Thesar Yudi Prasetya mengatakan pikir-pikir.

“Sebenarnya lebih ringan putusan itu dari tuntutan jaksa yang meminta terdakwa dihukum 13 tahun. Dan putusan hakim hanya 9 tahun. Tapi saya inginnya terdakwa dihukum bebas sebab dalam kejadian itu tidak ada saksi,” kata Willem. 

Penulis: Sugiyono
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help