Surya/

Berita Pendidikan Surabaya

Surabaya Akan Awali Pelaksanaan USBN SMP

Tahun ini, Surabaya akan menjadi kota pertama yang menggelar Ujian Sekolah Berstandar Nasional jenjang SMP. Kok bisa?

Surabaya Akan Awali Pelaksanaan USBN SMP
surabaya.tribunnews.com/Sulvi Sofiana
Ilustrasi 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kota Surabaya akan mengawali pelaksanaan ujian sekolah berstandar nasional (USBN) jenjang SMP. Kebijakan tersebut didukung oleh Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Secara nasional, USBN bisa dilakukan mulai 16 April 2018 mendatang. Namun, Dinas Pendidikan (Dindik) Surabaya akan melaksanakan pada awal April.

Hal ini karena USBN jenjang SMP di Surabaya 100 persen menggunakan komputer. Dengan begitu, dalam satu hari siswa mengerjakan soal satu mata pelajaran (mapel).

Kepala Bidang Penilaian Nonakademik Puspendik Kemendikbud, Giri S. Hamiseno menjelaskan, hingga kini prosedur operasional standar (POS) memang belum keluar. Diperlukan perubahan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) karena USBN tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya.

"Harus ada payung hukumnya melalui permen yang baru," jelasnya usai sosialisasi USBN dan UNBK tingkat SMP, MTs, dan Pondok Pesantren se Surabaya di Convention Hall jalan Arif Rahman Hakim, Selasa (6/2/2017).

Dia berharap dalam minggu ini POS USBN sudah keluar seiring diadakannya acara Rembug Pendidikan Nasional di Jakarta pekan ini.

Giri menyatakan, tiap satuan pendidikan boleh memilih jadwal USBN. Bisa dilakukan setelah ujian nasional (UN) atau sebelum UN.

"Makanya kami buat jadwal USBN dengan rentangan waktu tertentu. Biar sekolah bermanuver sendiri," jelasnya.

Idealnya, lanjut dia, USBN dilaksanakan bersamaan. Namun, karena masih ada pinjam-meminjam infrastruktur, maka diberi keleluasaan.

Khusus USBN SMP di Surabaya yang menggunakan komputer, jadwalnya bisa dikoordinir oleh Dindik setempat kalau hal itu dipandang lebih efisien.

"Yang jelas, pusat tidak mengatur sistem USBN berbasis komputer," ungkapnya.

Dia pun meminta Dindik Surabaya mengatur metodenya. Sebab, ada perbedaan sistem USBN dengan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). "Perlu disosialisasikan kepada teknisi dan pesertanya," katanya.

Giri mengakui Surabaya termasuk perintis pelaksanaan USBN berbasis komputer. Termasuk merintis juga mengerjakan soal esai atau uraian langsung di komputer. "Saya harapkan, dalam menjawab soal uraian itu, seluruh siswa kelas 3 SMP di Surabaya sudah bisa mengetik semua. Apalagi try out sudah online," ujarnya.

Kemendikbud, kata Giri, tidak pernah mewajibkan satuan pendidikan untuk melaksanakan USBN berbasis komputer.

"Bahasanya lebih kepada mendorong satuan pendidikan, bukan mewajibkan," katanya.

Tags
USBN
SMP
Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help