Berita Jawa Timur

Seorang Kepala Daerah di Jatim Aniaya Istri Saat di Lapangan Futsal. Korban Lapor ke Polisi

Seorang kepala daerah di Jawa Timur dilaporkan ke polisi karena menganiaya istrinya saat berada di lapangan futsal.

Seorang Kepala Daerah di Jatim Aniaya Istri Saat di Lapangan Futsal. Korban Lapor ke Polisi
tribunnews
Ilustrasi perilaku KDRT 

"Dalam penanganan perkara ini, penyidik harus profesional. Tapi penyidik lebih mengedepankan azas praduga tak bersalah," paparnya.

Kapan pejabat S diperiksa di Subdit PPA Ditreskrimum Polda Jatim?

"Penyidik akan mengirim surat pada gubernur untuk minta izin pemeriksaan terhadap pejabart S. Tapi penyidik sudah memeriksa E saat lapor di Polresta Blitar," terang Kombes Barung.

Korban yang kabarnya pernah menjadi sinden di sebuah program ternama di TV swasta ternama itu, sudah divisum di RS Bhayangkara Blitar.

"Sebagai pembanding, penyidik juga memvisum di RSU Blitar," tandasnya.

Meski sudah terhitung 2 pekan, Polresta Blitar belum memeriksa S sebagai terlapor. Kabarnya dari pihak istrinya komplain hingga terdengar sampai Polda Jatim. Setelah dikoordinasikan, akhirnya perkara itu dilimpahkan ke Polda Jatim dengan dalih perkara yang ditangani menyangkut pejabat.

Sementara itu, Kapolres Blitar Kota, AKBP Adewira Negara Siregar membenarkan ada laporan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan pejabat Kota Blitar, inisial S, terhadap istrinya, inisial E, di Polres Blitar Kota. Tetapi, kasus KDRT yang dilakukan pejabat itu sudah dilimpahkan ke Polda Jatim.

"Iya, kasusnya kami limpahkan ke Polda Jatim. Karena melibatkan pejabat daerah yang wewenang menangani Polda Jatim," kata Adewira saat dikonfirmasi melalui ponsel, Selasa (6/2).

Adewira tidak menjelaskan secara detail laporan kasus KDRT itu. Dia hanya mengatakan sekarang kasus KDRT itu ditangani Polda Jatim. "Intinya kasusnya sudah kami limpahkan ke Polda Jatim," ujar Adewira singkat.

Penulis: Anas Miftakhudin
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help