Surya/

Berita Sidoarjo

Penyelundupan Benur Lobster Mutiara di Jatim Meningkat Drastis, Ini Penyebabnya

Pada 2017 meningkat drastis menjadi 28 kasus. Dan pada Januari 2018 sudah ada empat kasus. Ini memprihatinkan

Penyelundupan Benur Lobster Mutiara di Jatim Meningkat Drastis, Ini Penyebabnya
surya/irwan syairwan
Pemusnahan benur lobster di Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Surabaya 1, Selasa (6/2/2018). 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Upaya penyelundupan benur lobster mutiara dari wilayah Jatim meningkat drastis.

Hal ini diungkapkan Kepala Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Surabaya 1, Putu Sumardiana, di sela-sela acara kunjungan kerja (kunker) spesifik Komisi IV DPR RI di Puspa Agro, Jemundo, Taman, Selasa (6/2/2018) siang.

Sumardiana mengatakan pada 2016 hanya ada lima kasus upaya penyelundupan benur lobster mutiara dari Bandara Juanda.

"Namun pada 2017 meningkat drastis menjadi 28 kasus. Dan pada Januari 2018 sudah ada empat kasus. Ini memprihatinkan," kata Sumardiana.

Penyebab utama meningkatnya penyelundupan ini adalah harga jual yang sangat tinggi.

Benur lobster tersebut di kalangan petani seharga Rp 20.000.

Namun, di negara lain dijual dengan harga Rp 150.000.

Ada lima wilayah penghasil benur yang upaya penyelundupannya berhasil digagalkan, yakni Banyuwangi, Jember, Malang, Trenggalek, dan Pacitan.

"Untuk kasus 2018 kami ungkap di kalangan pengepul, bukan lagi di Juanda. Ini sebagai upaya preventif pencegahan penyelundupan tersebut. Kami sebar intelejen yang bekerjasama dengan aparat hukum dan masyarakat," sambungnya.

Sumardiana menuturkan benur lobster mutiara dari Jatim merupakan yang terbaik di Indonesia bahkan Asia.

Halaman
12
Penulis: Irwan Syairwan
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help