Citizen Reporter

Cara Taklukkan Anak dengan Dongeng Girly

Cara paling mudah memikat anak agar dekat dengan buku adalah melalui dongeng. Mereka akan mendekat dan kemudian belajar menikmati bacaan.

Cara Taklukkan Anak dengan Dongeng Girly
ist

Dongeng disukai siapa saja. Dalam kemasan berbeda, kisah-kisah itu tetap dinikmati dalam bentuk sinetron, film layar lebar, maupun media lain.

Dongeng tidak hanya milik anak meskipun merekalah yang paling ekspresif saat menyaksikan, mendengarkan, atau membaca dongeng.

Dongeng yang disampaikan dengan penuh ekspresif mampu menyihir anak untuk ikut larut dalam cerita, sehingga pesan cerita akan mudah diterima anak. Apalagi pada masa sekarang, tidak banyak orang tua yang memberikan dongeng pada anaknya.

Dengan kondisi seperti itu, tentunya kehadiran dongeng akan menjadi hal yang menyenangkan dan selalu dinanti kehadirannya.

Ajakan membaca juga bisa disampaikan melalui media dongeng. Itu seperti terobosan yang dipilih oleh Mobil Perpustakaan Keliling dari Dinas Perpustakaan Kota Surabaya.

Berada di pinggir kali di daerah Wonosari, Kecamatan Semampir Surabaya, mobil perpustakaan keliling berhenti untuk buka lapak di sana. Bersanding dengan sarana permainan anak-anak seperti ayunan dan perosotan, mobil perpustakaan keliling itu menjadi paket yang menghibur sekaligus mendidik untuk anak-anak.

Petugas perpustakaan keliling mendongeng untuk anak-anak dengan media boneka tangan. Suara dan gerakan dari boneka tangan mempermudah anak untuk menangkap isi cerita.

Tidak jarang anak-anak mengikuti ekspresi pendongeng, terlebih saat pendongeng menyuarakan boneka tangan itu. Itu seperti sebuah hadiah kejutan yang membuat mereka tertawa-tawa. Mereka menyebut aktivitas itu Dongeng Girly, mendengarkan dongeng di pinggir kali.

Dongeng Girly bersama mobil perpustakaan keliling itu hadir setiap Sabtu dan Minggu pukul 09.00–13.00. Dongeng Girly tidak hanya menggunakan sarana boneka tangan. Dongeng yang disampaikan juga menggunakan buku koleksi mobil perpustakaan keliling.

Petugas membacakan buku yang dipilih anak-anak. Aksi itu membantu anak-anak yang belum bisa membaca untuk memahami isi buku.

Selain menggunakan boneka tangan dan buku bacaan, Dongeng Girly juga punya sarana lain yaitu melalui gambar.Pendongeng menyampaikan cerita sambil menggambar beberapa tokoh yang ada dalam cerita. Bagi mereka, mendengarkan dongeng merupakan kegiatan pembelajaran yang menyenangkan dan selalu ditunggu-tunggu.

“Kak, tiap hari Sampean ke sini, ya Kak,” kata Jakfar Shodiq. Siswa kelas 4 itu berharap Dongeng Girly lebih sering menjangkau daerahnya.

Nur Hayati
Petugas TBM Kelurahan Ngagel Rejo Surabaya

Editor: Endah Imawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help