Berita Ekonomi Bisnis

Ternyata Pencabutan Izin Usaha PT AXA Life oleh OJK untuk Kepentingan ini

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan penjelasan bahwa pencabutan izin usaha PT AXA Life merupakan bagian dari proses penggabungan.

Ternyata Pencabutan Izin Usaha PT AXA Life oleh OJK untuk Kepentingan ini
kontan
Ilustrasi 

SURYA.co.id | SURABAYA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan penjelasan bahwa pencabutan izin usaha PT AXA Life merupakan bagian dari proses penggabungan atau merger PT AXA Life Indonesia (ALI) dan PT AXA Financial Indonesia (AFI).

Penggabungan ini sehubungan ketentuan di UU 40/2014 tentang Perasuransian.

"Dalam Pasal 16 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2014 tentang Perasuransian mengatur bahwa setiap pihak hanya dapat menjadi pemegang saham pengendali pada satu Perusahaan asuransi jiwa, satu perusahaan asuransi umum, satu perusahaan reasuransi, satu perusahaan asuransi jiwa syariah, satu perusahaan asuransi umum syariah, dan satu perusahaan reasuransi syariah atau single presence policy," jelas Anto Prabowo, Deputi Komisioner Manajemen Strategis dan Logistik, Senin (5/2/2018).

National Mutual International Pty. Ltd. sebagai pemegang saham pengendali PT AFI dan PT ALI wajib mengkuti ketentuan single presence policy tersebut karena menjadi pemegang saham pengendali di dua perusahaan asuransi jiwa itu.

Terkait dengan ketentuan tersebut, PT AFI dan PT ALI telah mengajukan permohonan penggabungan/merger kepada OJK dan telah memperoleh persetujuan dari OJK melalui surat nomor S-131/D.05/2017 tanggal 2 Oktober 2017. Penggabungan tersebut berlaku efektif sejak tanggal 1 November 2017.

"Sebagai akibat dari penggabungan tersebut, seluruh kegiatan usaha, operasional, modal, aset, izin, karyawan serta kewajiban termasuk kewajiban kepada pemegang polis dari PT ALI telah beralih demi hukum kepada PT AFI, dan seluruh pemegang saham PT ALI menjadi pemegang saham PT AFI," jelas Anto.

Selanjutnya terkait  pengalihan kontrak asuransi, bahwa seluruh hubungan hukum dalam kontrak asuransi antara PT ALI dan pemegang polis beralih kepada PT AFI, serta tidak ada perubahan terkait dengan manfaat, besaran premi atau ketentuan khusus untuk masing-masing produk asuransi milik PT ALI sebagai akibat dari penggabungan tersebut.

Hal itu telah PT ALI telah diberitahukan kepada setiap pemegang polis dan terhitung sejak tanggal efektifnya penggabungan.

"Proses penggabungan PT ALI ke dalam PT AFI juga tidak berpengaruh terhadap proses bisnis dan pertanggungan asuransi kepada kelompok usaha asuransi AXA Group di Indonesia," tandas Anto.

Kelompok usaha asuransi AXA group terdiri dari PT AXA Mandiri Financial Services, PT Mandiri AXA General Insurance dan PT Asuransi AXA Indonesia.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help