Surya/

Berita Gresik

Tanaman Padi Rusak, Petani di Gresik Resah Klaim Asuransi Pertanian Tak Kunjung Cair

Petani di Kecamatan Menganti kabupaten Gresik resah karena klaim asuransi pertanian mereka tak kunjung cair padahal sawah mereka rusak.

Tanaman Padi Rusak, Petani di Gresik Resah Klaim Asuransi Pertanian Tak Kunjung Cair
surabaya.tribunnews.com/sugiyono
para petani di desa Kepatihan, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, Senin (5/2/2018) 

SURYA.co.id | GRESIK - Petani di desa Kepatihan, Kecamatan Menganti, kabupaten Gresik, kecewa dengan layanan asuransi pertanian yang tak kunjung mencairkan klaim. Padahal, tanaman padi mereka telah ludes diserang hama dan banjir. 

Anam, salah satu petani mengatakan, sudah hampir satu bulan petani mendapat dengan janji-janji petugas asuransi.

Sembari menanti realisasi janji, petani terpaksa mengeluarkan modal sendiri untuk bisa bercocok tanam padi.

"Kami sudah melaporkan kerusakan tanaman padi yang ludes terkena hama dan banjir. Namun, oleh petugas asuransi hanya didata," kata Anam, Senin (5/2/2018).

Para petani mengaku sudah iuran setiap bulan sebesar Rp 35.000, ketika terjadi musibah gagal panen, ternyata dana asuransi tidak segera cair.

"Kami perlu cepat untuk memulai tanam kembali ketika melihat tanaman padinya ludes diserang hama dan kebanjiran," imbuhnya.

Modal tanam yang dikeluarkan petani untuk kembali bertanam padi mencapai jutaan rupiah. Mulai untuk membeli benih, pupuk dan tenaga kerja.

"Terpaksa cari pinjaman untuk modal tanam," katanya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gresik, Agus Jokowaluyo mengatakan bahwa jenis kerusakan tanaman pertanian harus disurvei dulu oleh petugas asuransi sehingga bisa ditentukan seperti apa kerusakan tanaman itu.

"Dari kerusakan yang dilaporkan petani ke asuransi masih disurvei oleh petugas asuransi. Mana yang bisa dicover oleh asuransi," kata Agus.

Agus menegaskan bahwa kerusakan tanaman pertanian yang bisa diberi asuransi yaitu tanaman yang sudah buah dan gagal panen.

"Kalau masih berupa tanaman padi itu jika terkena banjir beberapa hari masih bisa hidup lagi. Sehingga kemungkinan tidak dapat diasuransikan," imbuhnya.

Penulis: Sugiyono
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help