Lapor Cak

Shelter Bus di Depan Pintu Keluar Terminal Purabaya, Bagus Tapi Muspro

Shelter bus di depan pintu keluar Terminal Purabaya Bungurasih, Sidoarjo mangkrak. Meski bagus, namun bangunan itu muspro...

Shelter Bus di Depan Pintu Keluar Terminal Purabaya, Bagus Tapi Muspro
surabaya.tribunnews.com/nuraini faiq
Shelter bus di depan pintu keluar terminal Bungurasih Sidoarjo 

SURYA.co.id |  SURABAYA - Shelter bus di depan pintu keluar Terminal Purabaya Bungurasih, Sidoarjo mangkrak. 

Fasilitas itu terasa muspro karena berada di pintu keluar terminal, sementara petugas meminta semua calon penumpang masuk terminal.  

Bedirinya bangunan halte itu memang mengejutkan. Berdiri di sisi kiri pintu keluar Terminal Purabaya. Bangunan kotak memanjang bercat biru itu berdiri sejak lama.

Namun tampak sekali kalau bangunan dengan didominasi dinding kaca itu tak terurus. Bangunan bagus itu pun kini kotor dan berdebu.

Halte itu berukuran sekitar 5 x 2 meter dengan lantai dibuat tinggi. Melebihi aspal jalan. Saat Surya mengecek bangunan kecil itu, pintu bertangga di sisi kiri itu selalu dalam keadaan terkunci.

"Tidak tahu, sudah awal Januari lalu ada bangunan itu. Kalau halte kok tidak ada bus yang berhenti di situ," ucap Ridwan, salah satu Driver ojek yang biasa Cangkruk di dekat halte baru itu.

Informasi yang digali di sekitar lokasi, bangunan tempat pemberhentian bus itu sudah dikerjakan sekitar Desember 2017. Awal Januari 2018 sudah tampak berdiri megah.

Namun setelah berdiri, halte itu seakan muspro. Sebab tidak ada satu pun bus baik bus antarkota dalam provinsi atau bus antarkota antarprovinsi juga tak berhenti di situ.

Salah satu petugas Terminal Purabaya yang ditemui menuturkan bahwa kemungkinan halte bus itu untuk bus dengan dek tinggi. Bukan bus dek rendah yang selama ini beroperasi di Surabaya.

Apakah halte itu untuk Bus Trans Sidoarjo atau bus biru yang selama ini melayani trayek Purabaya-Porong. Bus ini dikenal bus high deck. Bus ini pernah ditolak Wali Kota Tri Rismaharini karena dek tinggi ini.

Dek tinggi sama saja merusak trotoar kalau bus itu beroperasi di Surabaya. "Saya Juga tidak tahu persis karena itu wilayah Sidoarjo," kata Kepala Unit Terminal Purabaya, Harjo.

Saat ditunggu beberapa saat, tampak Bus Trans Sidoarjo melintas di depan halte itu. Namun bus biru yang kini juga melayani trayek Purabaya-Perak itu juga tak berhenti di halte. Halte ini tetap terkunci.

Sutikno, salah satu sopir taksi yang biasa mangkal di dekat halte baru itu juga mengaku aneh dengan bangunan di depannya. "Kenapa halte persis dibangun di dekat pintu keluar terminal," katanya. 

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help