Surya/

Citizen Reporter

Ini Cara agar Tidak Menyontek

Saatnya mandiri dan tidak melirik kanan-kiri. Ujian sekolah berbasis komputer memberi kemudahan untuk siswa saat menyelesaikan ujian.

Ini Cara agar Tidak Menyontek
ist

Tahun ini merupakan tahun pertama ujian sekolah berbasis komputer (USBK) dilakukan. Kota Mojokerto menjadi salah satu kota percontohan USBK 100 persen untuk jenjang SD.

Oleh karena itu, sebagai upaya menyukseskan USBK tersebut, SDN Magersari 2 Kota Mojokerto melakukan persiapan sejak dini.

Bertempat di ruang kelas 6, sejumlah 42 siswa pada Selasa (16/1) melakukan uji coba USBK. Untuk kegiatan try out kali ini, sementara siswa membawa sendiri laptop dari rumah, tetapi untuk kegiatan USBK yang rencananya jatuh pada Mei mendatang akan mendapatkan bantuan sekitar 20 unit komputer dari Dinas Pendidikan Kota Mojokerto.

Kegiatan dimulai dengan penginstalan aplikasi berupa flash player atau GOM bagi siswa yang laptopnya belum memiliki aplikasi tersebut. Selanjutnya, guru mengopikan satu paket soal Bahasa Indonesia berjumlah 50 soal.

Dengan aplikasi itu, siswa masih memiliki kesempatan untuk mengganti jawaban yang dianggap masih ragu dan salah. Selain itu, pada akhir pengerjaan soal, siswa bisa mengetahui berapa nilai yang diperoleh.

Kegiatan ini berlangsung selama dua jam untuk satu mata pelajaran. Dengan didampingi guru kelas Mochamad Fatoni, siswa kelas 6 tampak antusias dan serius mengerjakan satu per satu soal Bahasa Indonesia yang sudah disiapkan oleh tim penyusun soal try out Dinas Pendidikan Kota Mojokerto.

“Pelaksanaan kegiatan ini direncanakan sembilan kali,” terang Mochamad Fatoni.

Memang ada kendala dalam pelaksanaan latihan USBK kali ini, seperti beberapa laptop siswa yang tidak mendukung. Namun, kegiatan tetap berjalan lancar dan sesuai target yang diharapkan meski harus memakan waktu yang cukup lama mengingat pelaksanaannya secara bergantian karena hanya 20 siswa yang membawa laptop.

“Saya sangat senang mengikuti latihan USBK hari ini, karena tidak perlu kerepotan lagi menulis jawaban pada LJK,” tutur Jevera siswa kelas 6 SDN Magersari 2.

Dengan adanya kegiatan semacam ini, ada muatan pendidikan karakter yang tumbuh pada diri siswa. Di antaranya, kejujuran, keberanian, dan tolong menolong.

Dengan sistem baru USBK, dapat meminimalkan tingkat kecurangan siswa dalam tindakan menyontek. Bagi siswa yang belum sepenuhnya mengenal IT, mau tidak mau dipaksa untuk belajar lebih dalam.

Itu menuntut keberanian dalam diri siswa serta adanya sikap saling menolong dengan meminjamkan laptop pada temannya yang tidak membawa. Menyenangkan bukan?

Uzlifatul Rusydiana
Guru SDN Magersari 2 Kota Mojokerto

Editor: Endah Imawati
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help