Ekonomi

Groundbreaking 2015, Proyek Strategis Nasional Flyover Teluk Lamong Baru Akan Digarap Maret 2018

Meski groundbreaking dilakukan 2015, nyatanya Proyek Strategis Nasional Flyover yang menghubungkan Terminal Teluk Lamong-JLLB baru akan digarap.

Groundbreaking 2015, Proyek Strategis Nasional Flyover Teluk Lamong Baru Akan Digarap Maret 2018
surabaya.tribunnews.com/sugiharto
(Dari kiri) Direktur Operasi 1 PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. Chandra Dwi Putra, CEO PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) Ari Askhara, Direktur Operasional Komersial PT Asuransi Kredit Indonesia (Persero) Dwi Agus Sumarsono, berbincang usai penandatanganan kerja sama di Kantor Pusat Pelindo III, Surabaya, Senin (5/2). Wika mengerjakan proyek pembangunan flyover Terminal Teluk Lamong milik Pelindo III dan Askrindo menyepakati kerja sama penjaminan risiko untuk seluruh aset Pelindo III di 7 provinsi. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Setelah groundbreaking sejak tahun 2015 lalu, Proyek Strategis Nasional (PSN) flyover yang menghubungkan Terminal Teluk Lamong (TTL) dengan Jalur Lingkar Luar Barat (JLLB) kota Surabaya akan mulai digarap.

Pembangunan fisik flyover sepanjang 2,4 kilometer (km) itu, ditargetkan dimulai 1 Maret 2018.

CEO Pelindo III, Ari Askhara mengatakan bahwa pembangunan aksesibilitas darat berupa flyover dan tapper (radius untuk belokan jalan) di TLL, dan Pelabuhan Tanjung Perak akan semakin meningkatkan pertumbuhan perekonomian di Surabaya dan Jawa Timur karena juga terintegrasi dengan Jalan Tol Surabaya-Gresik.

"Flyover ini akan memberi alternatif baru bagi para pengguna jalan raya – utamanya pengendara truk pengangkut petikemas – yang kerap menjadi salah satu penyebab kepadatan lalu lintas di sepanjang Jalan Kalianak menuju Tambak Osowilangun”, kata Ari, Senin (5/2/2018) di sela kegiatan penandatangan kerjasama kontrak pengerjaan pembangunan fly over tersebut bersama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.

Proyek senilai Rp1,3 triliun ini akan merealisasikan flyover dengan kontur jalan layang (elevated) sepanjang 1,8 km dan jalan darat (landed) di sisi Benowo sepanjang 363 meter dan sisi Teluk Lamong sepanjang 350 meter. Sedangkan untuk lebar ruas jalan flyover adalah 40 meter.

Husein Latief, Engineering, Information and Communication Technology Director Pelindo III juga menambahkan, pembangunan flyover ini merupakan solusi yang diberikan Pelindo III kepada Pemerintah Kota Surabaya dan nasional, untuk menopang pertumbuhan ekonomi yang sangat tinggi pasca-beroperasinya Terminal Teluk Lamong.

“Kapasitas Teluk Lamong pada fase awal pengembangan sudah mencapai 1,5 juta TEUs. Pada fase final, jumlahnya petikemas akan mencapai 6,5 juta TEUs”, kata Husein.

Selain petikemas komoditas curah kering di Terminal Teluk Lamong juga menunjukkan prospek yang sangat cerah.

“Kami telah membangun tempat penimbunan (storage area) komoditas curah kering berkapasitas 200.000 ton”, tambah Husein.

Nantinya, pekerjaan proyek flyover akan mencakup aktivitas perencanaan Detail Engeneering Desain (DED) atau desain teknis secara detail hingga teknis pelaksanaan pembangunan.

Halaman
12
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help