Grahadi

Press Release

Pakde Karwo : FH Unair Jadi Sinar Keilmuan di Indonesia

Gubernur Jatim, Soekarwo menyebut bahwa FH Unair telah membuktikan mampu menjadi sinar keilmuan bagi pendidikan ilmu hukum di Indonesia. Ini buktinya.

Pakde Karwo : FH Unair Jadi Sinar Keilmuan di Indonesia
ist/humas pemprov jatim
Gubernur Jatim, Soekarwo, saat berfoto bersama para alumni Fakultas Hukum Universitas Airlangga. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Fakultas Hukum (FH) Universitas Airlangga Surabaya terbukti telah menjadi sinar keilmuan bagi pendidikan ilmu hukum yang ada di seluruh Indonesia.

Salah satunya dibuktikan dengan banyaknya pemikiran pemikiran besar yang dilahirkan dari FH Unair yang berkontribusi besar bagi pengembangan ilmu hukum di kancah nasional bahkan di dunia internasional.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Jawa Timur, Soekarwo saat menghadiri Gala Dinner Reuni Akbar Fakultas Hukum (FH) Universitas Airlangga ke 50 di Dyandra Convex Surabaya, Sabtu (3/2) malam.

Dia mengatakan, perkembangan kehidupan masyarakat saat ini mengalami kemajuan yang sangat luar biasa. Kondisi tersebut berpengaruh terhadap penerapan mata kuliah yang diajarkan di ilmu hukum.

Oleh karenanya, Pakde Karwo-sapaan akrab Gubernur Jatim ini mengusulkan agar mata kuliah di FH Unair dievaluasi sesuai dengan kondisi masyarakat hari ini.

Ia mencontohkan, salah satu mata kuliah dalam ilmu hukum yakni FiducIa egendoom overdracht. Mata kuliah berisi ilmu penjaminan terhadap pinjaman yang memperhitungkan taksasi bisnis itu harus mampu diterapkan di kehidupan masyarakat.

"Artinya, setiap pinjaman tidak harus ada penjaminan dalam sertifikat. Implementasi hukum harus melihat kondisi masyarakatnya. Tidak hanya dilihat dari sisi peraturan saja, melainkan harus mampu melihat kondisi sosial, ekonomi dan budaya," ujarnya.

Di hadapan sekitar 900 orang alumni yang hadir, Pakde Karwo menjelaskan bahwa Pemprov Jatim telah melakukan berbagai macam kebijakan yang memberikan ruang bagi masyarakat dan memangkas regulasi yang ada. Konsep yang dilakukan oleh Pemprov Jatim yakni reregulasi dan deregulasi.

Dijelaskannya, berbagai pengaturan atau regulasi dimaksudkan untuk mendorong kemajuan pemerintah, termasuk kesejahteraan masyarakat.

Oleh karenanya, hendaknya regulasi tidak hanya bersifat melarang dan mengijinkan, serta deregulasi atau penghapusan yang danggap tidak baik, tetapi juga sekaligus reregulasi yakni penerbitan peraturan yang bersifat memfasilitasi atau mendorong.

Halaman
12
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved