Home »

Sport

Berita Sidoarjo

Dirikan Sekolah Berkuda, Pemuda Sidoarjo Patahkan Mitos Olahraga Berkuda Hanya Untuk Orang Kaya

Zahlul Yussar, pemuda 20 tahun di Sidoarjo ingin mematahkan mitos bahwa olahraga berkuda hanya untuk orang-orang kaya. Ini yang dia lakukan..

Dirikan Sekolah Berkuda, Pemuda Sidoarjo Patahkan Mitos Olahraga Berkuda Hanya Untuk Orang Kaya
ist/dok.pribadi
Zahlul Yussar saat menunggangi kudanya, King Arthur. 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Harus diakui, olahraga berkuda belum menjadi olahraga yang populer di Indonesia. 

Salah satunya karena mahalnya biaya sehingga menyebabkan orang enggan untuk mencoba. 

Selain itu, juga tidak banyak sekolah berkuda

Namun di Sidoarjo, ada sekolah khusus joki tunggangan (equestrian) yang diprakarsai pemuda Kota Delta, Zahlul Yussar.

Ditemui di sela-sela acara Lomba Pacuan Kuda Piala Menpora 2018 di Desa Banar Pilang, Jumat (2/1/2018), Yussar mengatakan berkuda merupakan hal yang membahagiakan dirinya.

"Orang yang mencintai hobinya pasti bahagia jika menggelutinya. Untuk saya hanya berkuda," kata Yussar.

Pemuda 20 tahun asal Tanggulangin ini memiliki enam ekor kuda khusus equestrian.

Kuda-kudanya itu juga dijadikan sebagai kuda tunggangan di sekolah Yussar Equetrian School (YES) di Balongdowo, Candi.

Yussar terpikir membuat sekolah berkuda karena olahraga ini masih jarang diminati. Di samping ada anggapan memelihara kuda hanya hobi untuk orang kaya, budaya berkuda di Indonesia dan Jatim khususnya masih minim.

Puluhan muridnya berasal dari segala rentang usia dan dari berbagai daerah.

Halaman
123
Penulis: Irwan Syairwan
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help