Pilgub Jatim 2018

Paslon Keberatan Pembatasan Materi Kampanye, KPU Jatim: PKPU Tidak Bisa Diubah kecuali . . . .

Hal itu disampaikan Komisioner KPU Jawa Timur bidang umum, keuangan dan logisik Dewita Hayu Shinta, Kamis (1/2/2018).

Paslon Keberatan Pembatasan Materi Kampanye, KPU Jatim: PKPU Tidak Bisa Diubah kecuali . . . .
surya/bobby constantine koloway
Ketua KPU Jatim, Eko Sasmito membacakan berkas syarat calon pada Rapat Pleno Terbuka pemberitahuan Hasil Penelitian Dokumen Syarat Calon Dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur Tahun 2018 di KPU Jatim, Rabu (17/1/2018). 

SURYA.CO.ID | SURABAYA - KPU Jawa Timur menegaskan bahwa mengubah Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) No 4 Tahun 2017 tentang Kampanye Cagub dan Cawagub hampir tidak mungkin dilakukan.

Hal itu  disampaikan Komisioner KPU Jawa Timur bidang umum, keuangan dan logisik Dewita Hayu Shinta, Kamis (1/2/2018).

Ia mengatakan secara aturan, PKPU Pasal 29 Ayat 2, dan 3 tidak bisa diubah.

"Kecuali KPU RI sendiri yang mengubah maka secara otomatis sebagai lembaga yang memiliki garis lurus kami akan mengikuti," kata Shinta.

Salah satu pasangan calon mengaku  keberatan atas poin Pasal 29 Ayar 2, dan 3 dalam PKPU No 4 Tahun 2017.

Hal ini lantaran dalam alat peraga kampanye tidak boleh mencantumkan foto dan nama presiden, orang yang sudah meninggal maupun tokoh selain yang ada dalam pengurus partai.

"Kampanye sudah akan dimulai pada tanggal 15 Februari 2018. Tepatnya setelah penetapan pasangan calon tanggal 12 Februari 2018, setelah penetapan paslon itu secara otomatis mereka akan terikat aturan KPU," kata Shinta.

Sehingga mereka harus patuh  terhadap aturan yang sudah ada dalam PKPU, termasuk yang terkait ketatnya pengaturan alat peraga kampanye dan bahan kampanye tersebut.

Lebih lanjut, Shinta menegaskan, aturan larangan pencantuman toloh presiden, wakil presiden maupun tokoh pejabat lain itu dikarenakan mereka adalah tokoh milik publik.

"Mereka adalah tokoh milik publik, bukan tokoh milik partai tertentu sehingga harus bisa memposisikan diri seperti itu, sebagai figur milik publik," kata Shinta.

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help