Berita Gresik

Gara-gara ini Warga Kedamean Gresik Protes Truk Pengangkut Material Tol Legundi - Bunder

Informasinya, warga secara tiba-tiba menghentikan dump truk muatan tanah urug yang melintas di Jl Raya Tanjung, Kecamatan Kedamean.

Gara-gara ini Warga Kedamean Gresik Protes Truk Pengangkut Material Tol Legundi - Bunder
surya/sugiyono
Warga menghentikan paksa truk-truk yang melintas di desa mereka, Kamis (1/2/2018). 

Surya/Moch Sugiyono
DUMP TRUK - Warga desa Tanjung Kecamatan Kedamean menghentikan sopir dump truk yang bak truknya tidak ditutup terpal, Kamis (1/2/2018).

SURYA.co.id | GRESIK - Warga Desa Tanjung Kecamatan Kedamean Gresik memprotes sopir truk-truk muatan tanah urug yang tidak ditutupi dengan terpal. Warga protes karena terkena dampak polusi debu dari dump truk muatan tanah urug.

Informasinya, warga secara tiba-tiba menghentikan dump truk muatan tanah urug yang melintas di Jl Raya Tanjung Desa Tanjung Kecamatan Kedamean yang menuju proyek jalan tol Legundi - Bunder.

Warga nekat menghampiri sopir dan meminta menutup muatan tanah urug dengan terpal karena sudah ada kesepakatan bersama antara kontraktor proyek jalan tol bersama warga, bahwa setiap kendaraan dump truk muatan tanah urug harus ditutup terpal.

"Ternyata kesepakatan itu diingkari sendiri oleh para sopir dengan tidak menutup bak dump truk dengan terpal. Sebab dampaknya polisi debu sangat mengganggu warga," kata Uman, warga yang ikut mengingatkan sopir truk, Kamis (1/2/2018).

Lebih lanjut Uman menambahkan bawah dalam kesempatan itu juga ada jam operasional dump truk muatan tanah urug. Yaitu mulai pukul 08:00 WIB sampai pukul 17.00 WIB, kemudian dilanjutkan pukul 19.00 WIB sampai pukul 22:00 WIB.

"Ternyata kemarin ada yang melintas pada jam enam malam. Sehingga warga tertangganggu dengan kesepakatan yang dilanggar," imbuhnya.

Terpisah, Humas kontraktor jalan tol waskita beton precast Rio mengatakan bahwa diwilayah proyek jalan tol di desa Tanjung Kecamatan Kedamean ada dua kontraktor.

"Kebetulan disitu ada dua kontraktor pelaksana. Selain waskita beton precast masih ada waskita karya. Saya belilum ada kabar terkait hal itu," kata Rio melalui telepon selulernya.

Lebih lanjut Rio mengarahkan agar konfirmasi ke Kepala Desa setempat sebab selama ini tidak ada informasi dari petugas di lapangan.

"Coba dikonfirmasi sama kepala desanya. Mohon maaf tidak bisa kasih info. Karena saya tidak dapat laporan apa-apa dari petugas di lapangan. Dan semoga bukan urukan dari waskita beton precast," imbuhnya.

Penulis: Sugiyono
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help