Berita Surabaya

Buron 1,5 Tahun Gara-gara Kasus Penggelapan, Kosim Ditangkap di Lokasi Tak Terduga Ini di Surabaya

Pria asal Tanjung Kecil, Bruneh, Bangkalan ini diburu atas kasus penggelapan yang dilakukannya.

Buron 1,5 Tahun Gara-gara Kasus Penggelapan, Kosim Ditangkap di Lokasi Tak Terduga Ini di Surabaya
surya/fatkhul alamy
M Kosim (kiri), pelaku pengelapan digiring ke Mapolsek Sukomanunggal Surabaya setelah ditangkap saat berkunjung ke saudaranya. 

SURYA.co.id | SURABAYA – Pelarian M Kosim (40) selama 1,5 tahun dari kejaran Unit Reskrim Polsek Sukomanunggal berujung sel tahanan.

Pria asal Tanjung Kecil, Bruneh, Bangkalan yang diburu atas kasus penggelapan ini diciduk polisi ketika mengunjungi saudaranya di Surabaya, Rabu (31/1/2018).

Kosim dikejar polisi lantaran menggelapkan truk milik Dony Hendrawan (41,) warga Jl Simorejosari B Surabaya, Mei 2016.

Pelaku yang bekerja sebagai penjaga gudang itu, secara leluasa menggelapkan truk milik korban.

"Saat pelaku mengunjungi saudaranya di Surabaya, kami langsung mendatangi rumah sudaranya. Pelaku ditangkap di gudang di Jalan Simorejo Sari Surabaya, dia mengira polisi sudah tidak melakukan pengejaran,” kata AKP Misdianto, Kanit Reskrim Polsek Sukomanunggal, Kamis (1/2/2018).

Misdianto menjelaskan, aksi penggelapan truk ini bermula pelaku dan korban sudah saling kenal.

Pelaku menyewa truk Isuzu L-9227-VE tahun 2013 warna putih milik korban dengan perjanjian sewa dan per bulannya disepakati Rp 5 juta.

"Korban menyerahkan truk bersama STNK untuk dijalankan pelaku di Sumenep," terang Misdianto.

Setelah dua minggu menyewa truk, ternyata pelaku belum mendapat muatan.
Pelaku pun mulai sulit dihubungi saat di telepon lewat handphone.

Merasa sudah ditipu, korban yang mengalami kerugian sekitar Rp 165 juta memutuskan melapor ke Polsek Sukomanunggal.

Dari laporan itu, polisi melakukan penyelidikan dan membekuk pelaku.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku akan dijerat dengan pasal 378 dan atau 372 KUHP dan kini dijebloskan ke sel tahanan Mapolsek Sukomanunggal.

Penulis: Fatkhul Alami
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help