Berita Surabaya

Sidang Dugaan Penipuan dan Penggelapan Bos PT GBP: Pedagang Pasar Turi Ngaku Diusir Henry

Ketua Perhimpunan Pedagang Pasar Turi Baru (P3TB), Muhammad Taufik Al-Djufri dihadirkan jaksa dalam Sidang di PN Surabaya, Rabu (31/1/2018).

Sidang Dugaan Penipuan dan Penggelapan Bos PT GBP: Pedagang Pasar Turi Ngaku Diusir Henry
surya/anas miftakhudin
Anggota KY Penghubung Jatim memantau jalannya sidang bos PT GBP, Henry J Gunawan di PN Surabaya, Senin (13/11/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA -  Ketua Perhimpunan Pedagang Pasar Turi Baru (P3TB), Muhammad Taufik Al-Djufri dihadirkan jaksa dalam Sidang di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (31/1/2018).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan Taufik, panggilan akrabnya, sebagai saksi dalam sidang kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan terdakwa Henry J Gunawan.

Dalam kesaksiannya Taufik Menguraikan dugaan penipuan oleh Bos PT Gala Bumi Perkasa (GBP) guna meraup keuntungan pribadi pascakebakaran Pasar Turi.

Pascakebakaran, PT GBP milik terdakwa disebut menang tender pembangunan dan pengelolaan Pasar Turi Baru dari Pemkot Surabaya.

Setelah menang tender tersebut, Henry mengumpulkan para pedagang di Hotel Mercure sebanyak dua kali, pada 26 Februari 2013 dan 4 Maret 2013.

Dalam pertemuan itu, Henry memberi janji kepada para pedagang, yakni akan membuat semua pedagang kaya, karena pembeli stan baru akan diberi sertifikat starta title yang nilainya di atas Rp 1 miliar dan bisa diagunkan ke Bank. 

"Saya akhirnya bersedia membayar lunas kewajiban sebagai pembeli stan. Di antaranya sertifikat senilai Rp 10 juta, BPHTB 5 persen dari harga stan, biaya notaris Rp 1,5 juta dan PPN 10 persen serta dilanjutkan PPJB dengan PT GBP," ujar Taufik di hadapan hakim yang dipimpin Rohmad SH.

Karena tidak ada kejelasan janji terdakwa Henry, lanjut Taufik, pada pertengahan 2014 para pedagang akhirnya menemui Walikota Surabaya, Tri Rismaharini guna menanyakan terkait status sertifikat strata title itu.

Namun, Risma justru mengaku bahwa Pasar Turi Baru tidak mungkin bisa mendapatkan hak stata title.

"Kami ditemui Bu Risma, tapi apa yang dijanjikan terdakwa Henry terkait status starta title tidak benar dan mengapa kok tetap saja dijual. Padahal itu belum menjadi haknya, karena baru HGB atas HPL," urai Taufik.

Halaman
12
Penulis: Anas Miftakhudin
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help