Properti

Pasar Rumah Second Tumbuh, Tapi Harga Stagnan

Penjualan rumah bekas atau rumah second di Jatim sepanjang tahun 2017 mengalami pertumbuhan dibanding penjualan rumah baru.

Pasar Rumah Second Tumbuh, Tapi Harga Stagnan
surabaya.tribunnews.com/sri handi lestari
Rudi Sutanto Ketua AREBI DPD Jatim 

Tren pasar properti memang sempat lesu dan membuat tahun ini banyak pengembang yang masih trauma, tetapi masih ada pengembang yang masih kuat tenaganya melewati masa krisis.

"Bahkan pada 2015-2017 terjadi penurunan harga properti sampai puncaknya 30 persen. Misalnya dulu beli rumah harga Rp1 miliar, lalu tahun berikutnya sempat naik jadi Rp1,5 miliar, dan tahun selanjutnya turun jadi Rp 800 juta-Rp1 miliar jika dijual. Nah tahun ini saya perkirakan harga properti akan kembali normal," ungkapnya.

Trend pembeli properti yang tampak mendominasi di tahun 2018 ini adalah kaum generasi milenial atau usia muda yang membutuhkan tempat tinggal.

Hal ini juga dipicu oleh adanya kenaikan upah minimum setiap tahunnya sehingga kesiapan para milenial cukup matang untuk kredit properti.

"Pasar yang akan mendominasi tahun ini saya perkirakan dengan range harga antara Rp 300 juta hingga Rp1 miliar, mungkin sekitar 60 persensampai 70 persen," tambah Hartono.

"Dan ini tergantung kotanya kalau kota besar lebih mengarah pada hunian vertikal dan kabupaten lebih ke hunian landed," pungkasnya.

Sementara itu, dalam Musda AREBI DPD Jatim itu, Rudi Sutanto menggantikan Ketua DPD AREBI Jatim yang sebelumnya dipegang Cecilia Erni. Tercatat anggota AREBI di Jatim ada 134 perusahaan dengan jumlah agen properti lebih dari 2.000 orang.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved