Surya/

Berita Jombang

Bocah 8 Tahun Jadi Korban Pencabulan Saat Pipis di Toilet SPBU di Jombang

Saat menumpang kencing di toilet SPBU, bocah perempuan umur 8 tahun didatangi seorang pemuda bejat yang melakukan tindakan asusila kepadanya.

Bocah 8 Tahun Jadi Korban Pencabulan Saat Pipis di Toilet  SPBU di Jombang
surya/ahmad zaimul haq
Ilustrasi, diperagakan oleh model 

SURYA.co.id | JOMBANG - Seorang bocah 8 tahun dari Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, menjadi korban tindakan asusila yang dilakukan remaja 18 tahun. 

Ironisnya, tragedi itu terjadi di toilet kafe yang berada di areal SPBU di Kecamatan Perakm, Kabupaten Jombang. 

Kini, pelaku yang berinisial IF, warga dusun Mangu, Desa Gading Mangu, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, telah ditangkap dan menjalani penahanan di Polsek Perak. 

Kapolsek Perak, AKP Untung Sugiarto mengatakan, kekerasan seksual itu terjadi Senin (29/1/2018) dini hari. 

Saat itu korban dan orangtuanya sedang dalam perjalanan menuju Desa Sukorejo, Perak, untuk takziah. 

Sebelum tiba di tempat tujuan, orangtua bocah tersebut singgah di sebuah kafe di areal SPBU Perak untuk mengisi perut. 

Ketika itulah korban pamit ke toilet untuk buang air kecil, dengan diantar adiknya.

Uang 221 Juta Hasil Curian, Dipakai Pembobol Brankas Miniso TP Untuk Lampiaskan Hasrat Seksual

Saat berada di toilet, ternyata suasananya masih gelap.

Selanjutnya, bocah tersebut meminta tolong kepada IF yang kebetulan berada di sana untuk menyalakan lampu toilet. 

Namun bukannya menuruti permintaan tolong si bocah, IF malah mencabuli bocah tersebut dengan cara menggesek-gesekkan alat kelaminnya ke perut korban.

Setelah puas, barulah IF meninggalkan bocah itu begitu saja. 

IF (tengah), pelaku kekerasan seksual terhadap bocah 8 tahun di toilet SPBU di Jombang, saat diamankan di kantor polisi.
IF (tengah), pelaku kekerasan seksual terhadap bocah 8 tahun di toilet SPBU di Jombang, saat diamankan di kantor polisi. (surabaya.tribunnews.com/sutono)

Peristiwa itu baru diketahui orangtua korban setelah mendengar tangisan korban. Saat itu juga, korban menceritakan kejadian yang dialami kepada orangtuanya

Semula IF membantah alias tidak mengakui perbuatannya. Tapi setelah dicecar pertanyaan orang tua korban, tersangka mengakui perbuatannya. Selanjutnya orang tua melaporkannya ke Polsek Perak.

"Untuk proses lebih lanjut, kasus ini akan segera kami serahkan ke Unit PPA (Pelayanan Perempuan dan Anak) Satreskrim Polres Jombang,” ujar Untung kepada Surya, Selasa (30/1/2018).

Penulis: Sutono
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help