Berita Surabaya

Saat Karang Taruna Surabaya Gelar Aksi Stop Kekerasan Pada Anak di Surabaya, Ini Tuntutan Mereka

Aksi ini dilakukan sebagai bentuk keprihatinan maraknya aksi kekerasan pada anak belakangan ini.

Saat Karang Taruna Surabaya Gelar Aksi Stop Kekerasan Pada Anak di Surabaya, Ini Tuntutan Mereka
surya/fatimatuz zahroh
Peserta aksi yang tergabung dalam Karang Taruna Kota Surabaya bersama Ikatan Pelajar Muhammadiyah turun aksi menyerukan stop kekerasan pada anak di depan gedung Siola, Senin (29/1/2018) pagi. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Karang Taruna Kota Surabaya bersama Ikatan Pelajar Muhammadiyah turun aksi di depan gedung Siola, Senin (29/1/2018) pagi.

Aksi ini mereka gelar untuk  menyerukan gerakan stop kekerasan dan eksploitasi pada anak.

Aksi itu diikuti banyak elemen, mulai siswa, guru, pemuda dan juga orang tua.

Mereka membawa sejumlah atribut spanduk dan pamflet yang bertuliskan Lindungi Kami Anak Indonesia, Hentikan Kekerasan pada Anak, dan juga seruan agar menciptakan lingkungan yang nyaman untuk anak.

Ketua Karang Taruna Surabaya Arif An mengatakan aksi ini dilakukan sebagai bentuk keprihatinan maraknya aksi kekerasan pada anak belakangan ini.

Sehingga menggugah kembali pada orang tua dan guru untuk menjaga anak-anak dan mengawasi lingkungan sekitar.

"Dalam aksi ini kami juga ingin mengingatkan kepada penegak hukum khususnya agar mengusut pihak yang melakukan kekerasan pada anak dengan modus penculikan, pemukulan, tindakan menelantarkan anak dan eksploitasi anak," kata Arif.

Ada empat hal yang menjadi poin penting yang ingin disampaikan dalam aksi ini terkait kekerasan pada anak.

Yang pertama, mereka mendesak pada Kapolrestabes Surabaya agar mengusut tuntas dan menemukan penculik yang menimpa anak Venessa.

"Kepada aparat penegak hukum kami juga meminta agar memberikan putusan yang seberat-beratnya pada pihak-pihak tertentu yang melakukan tindakan kekerasan pada anak yang demikian ini bagian dari efek jera agar tidak terjadi peristiwa kembali dikemudian hari," imbuh Arif.

Sedangkan poin yang ketiga mereka menghimbau kepada orang tua dan guru agar bersama-sama menjaga kebersamaan dengan selalu menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak.

Serta menghimbau kepada instansi terkait khususnya Dinas Pendidikan dan Dinas Pengendalian Penduduk Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Surabaya bersama-sama dengan elemen masyarakat untuk melakukan sosialisasi kesekolah agar mengetahui cara mengantisipasi tindakan kekerasan kepada anak sejak dini.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved