Surya/

Liputan Khusus

Pakar Teknologi Kelautan ITS : Subsidi Kapal yang Layani Tol Laut Salah Sasaran

Dalam keadaan ekonomi menurun seperti sekarang, justru lebih banyak kapal ketimbang barang yang dikirim.

Pakar Teknologi Kelautan ITS : Subsidi Kapal yang Layani Tol Laut Salah Sasaran
surya/sugiharto
Ilustrasi bongkar muat di pelabuhan 

News Analysis
Daniel M Rosyid PHd
Dekan Fakultas Teknologi Kelautan ITS

SURYA.co.id | SURABAYA - Dampak tol laut untuk mengatasi masalah disparitas harga di Indonesia bagian timur memang sudah ada, tapi belum signifikan.

Penurunan harga semen di Papua, misalnya, secara umum sudah berdampak. Tapi kecil.

Yang justru terasa adalah meruginya pelayaran swasta yang sudah ada bertahun-tahun sebelum program tol laut.

Subsidi kapal yang melayani tol laut justru merugikan perusahaan perkapalan swasta.

Saat ini, teman-teman dari pelayaran sedang mengusulkan supaya tol laut menggunakan kapal-kapal milik mereka.

Dalam keadaan ekonomi menurun seperti sekarang, justru lebih banyak kapal ketimbang barang yang dikirim.

Jadi seharusnya penambahan kapal baru tidak perlu. Pemerintah sebaiknya menggunakan kapal-kapal pengangkut barang yang sudah ada.

Sebab kondisi yang ada sebelum program tol laut, mereka sudah kesulitan barang muatan efek dari ekonomi global yang menurun.

Akibatnya, aktivitas pelayaran turut menurun. Ekonomi Cina yang melambat mempengaruhi industri pelayaran di semua daerah.

Halaman
12
Editor: Titis Jati Permata
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help