Liputan Khusus

Dampak Program Tol Laut, Pengusaha Kapal Swasta 'Ngos-ngosan'

Program ini dibuat untuk menurunkan biaya logistik di Indonesia, terutama untuk wiayah timur yang tinggi.

Dampak Program Tol Laut, Pengusaha Kapal Swasta 'Ngos-ngosan'
surya/sugiharto
Sejumlah petugas melakukan proses bongkar muat menggunakan Container Crane (CC) yang baru di pelabuhan Terminal Peti Kemas Surabaya, Kamis (2/2/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Salah satu program prioritas Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) adalah tol laut.

Program ini dibuat untuk menurunkan biaya logistik di Indonesia, terutama untuk wiayah timur yang tinggi.

Lantas bagaimana dampak tol laut setelah program ini mulai dijalankan pemerintah sejak 2015?

Pengusaha yang mengirimkan atau mendatangkan barang antarpulau (pengguna) mengaku sangat diuntungkan program tol laut.

Tapi sebaliknya, perusahaan-perusahaan pelayaran swasta merasa buntung alias rugi besar akibat adanya program pemerintah ini.

Dengan adanya program tol laut, ongkos kirim barang antarpulau menjadi murah dan lebih cepat karena kapal tol laut mendapat subsidi dari pemerintah.

“Proses pengiriman lebih cepat dan murahnya biaya distribusi antarpulau itu yang paling terasa bagi pelaku usaha seperti kami,” ungkap Niko Wiradinata, owner Dunplex Grup kepada Harian SURYA, pekan lalu.

Niko mencontohkan pengiriman barang dari Surabaya ke Papua yang dulunya butuh waktu sekitar seminggu lebih, sejak ada tol laut hanya memerlukan waktu dua-tiga hari, atau paling lama biasanya lima hari.

Demikian halnya dengan ongkos kirim, disebut Niko perbedaannya juga cukup jauh.

Contohnya, pengiriman satu kontainer barang ukuran 20 feet yang dulu mencapai Rp 7 juta, sejak ada program tol laut turun menjadi Rp 2 juta–Rp 3 juta.

Halaman
1234
Editor: Titis Jati Permata
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help