Lapor Cak

Cegah Lampu Mati Mendadak, Terminal Purabaya Mulai Gunakan Solar Cell

Pengguna terminal Purabaya dijamin lebih nyaman dan aman selama berada di terminal.

Cegah Lampu Mati Mendadak, Terminal Purabaya Mulai Gunakan Solar Cell
surya/ahmad zaimul haq
HEMAT ENERGI - Foto aerial yang menunjukkan panel tenaga surya terpasang di 25 shelter bus antar kota dan antar provinsi di Terminal Purabaya, Bungurasih, Sidoarjo, Minggu (28/1/2018). 

SURYA.CO.ID | SURABAYA - Pengguna terminal Purabaya dijamin lebih nyaman dan aman selama berada di terminal. Sebab, di tempat ini warga tak perlu takut lagi ada pemadaman listrik atau lampu penerangan mati mendadak.

Ini lantaran terminal Purabaya mulai menggunakan green energy solar cell sebagai sumber daya operasional terminal. Terutama untuk suplai penerangan lampu di seluruh terminal.

Panel surya yang mengandalkan cahaya matahari untuk diubah menjadi energi listrik ini dipasang di sekitar 25 shelter bus antar kota antar provinsi di Terminal Purabaya. Fungsinya agar panel surya terus mendapatkan paparan sinar matahari dan energinya disimpan dalam baterai.

Kepala Sub Unit Terminal Purabaya Harjo, mengatakan alat solar cell ini memiliki banyak manfaat. Misalnya saat ada pemadaman listrik, tak perlu lagi bingung, lantaran daya yang tersimpan dalam baterai solar cell bisa digunakan sehingga tidak ada loss power di dalam terminal.

"Lebih dari separo energi terminal sudah disuplai dari solar cell. Karena kalau listrik mati, lampu padam, apalagi kalau malam kan juga bahaya bagi penumpang. Tapi dengan solar cell sudah bisa teratasi karena saat malam juga bisa digunakan," kata Harjo, Minggu (28/1/2018).

Tidak hanya itu, Harjo mengatakan bahwa penggunaan solar cell ini banyak membantu Dinas Perhubungan dalam menghemat biaya untuk membayar listrik. Penghematannya bisa sampai 40 persen.

"Sangat hemat. Terbukti dari pembayaran listrik kita untuk terminal Purabaya menurun sampai 40 persen, sehingga hemat dan ramah lingkungan," kata Harjo.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya Irvan Wahyudrajad. Ia mengatakan pemasangan solar cell ini untuk mewujudkan Purabaya sebagai green terminal. Dengan menggunakan energi yang ramah lingkungan dan terbarukan, pengguna terminal juga merasa nyaman.

"Penggunaan solar cell di terminal sudah kita lakukan di 14 terminal. Fungsi utamanya untuk suplai energi pada lampu penerangan," kata Irvan.

Tidak hanya di terminal solar cell juga banyak dipasang disejumlah ttitik vital. Seperti halte bus, dan juga di lampu traffict light. Sebab selama ini PLN kadang mengalami pemadaman. Dan jika sudah seperti itu lampu traffict light juga akan padam dan membahayakan bagi lalu lintas.

"Sudah banyak, sudah ada sembilan titik traffict light yang menggunakan traffict light, kalau untuk yang warning lights sudah ada 187 titik," katanya.

Menurut Irvan penggunaan solar cell membantu pengehamatan dan tahan lama. Satu unit solar cell bisa digunakan bertahun tahun. Namun untuk perawatannya setiap dua tahun sekali cukup diganti baterainya saja.

Pemasangan solar cell di terminal Purabaya mendapatkan apresiasi dari pengunjung. Salah satunya M Efendi Yusak. Ia mengatakan terminal Purabaya sudah maju dan nyaman. Mulai ada lift, ruang tunggu yang nyaman dan juga penggunaan tekonologi solar cell.

"Kalau di di lantai dua mau jalan ke bus kan terlihat. Saya pikir apa. Tapi ya bagus, lebih bagus kalau di terminal full AC. Jadi solar cell nya bisa membantu terminal menjadi lebih dingin," katanya tertawa.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help