Berita Bojonegoro

Ratusan Siswa SMK Negeri Purwosari, Bojonegoro Belajar ini bersama ExxonMobil Cepu Limited

“Bojonegoro termasuk wilayah yang kaya minyak dan gas, sebuah anugerah yang harus kita manfaatkan dengan baik,” ungkap Sendy Aditya Putra.

Ratusan Siswa SMK Negeri Purwosari, Bojonegoro Belajar ini bersama ExxonMobil Cepu Limited
foto: istimewa
Suasana belajar Migas bersama ExxonMobil Cepu Limited (EMCL)di SMK Negeri Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, Jumat (26/1/2018). 

SURYA.co.id | BOJONEGORO - Energi menjadi kebutuhan dalam menjalankan roda kehidupan masyarakat. Baik itu energi terbarukan maupun energi yang tidak terbarukan memiliki peranan penting bagi manusia. Energi tidak terbarukan di antaranya adalah energi fosil berupa minyak dan gas.

“Bojonegoro termasuk wilayah yang kaya minyak dan gas, sebuah anugerah yang harus kita manfaatkan dengan baik,” ungkap Sendy Aditya Putra, senior engineer dari operator Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) dalam sesi Belajar Energi Migas di SMK Negeri Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, Jumat (26/1/2018).

Dalam kesempatan tersebut, Sendy menjelaskan berbagai hal tentang potensi migas di Bojonegoro, tentang industri hulu migas, dan tentang peluang berkarir dalam industri ekstraktif tersebut.

Ratusan siswa dari kelas X hingga XII nampak antusias menyimak penjelasannya. Bahkan di antaranya ada yang aktif bertanya dan menjawab pertanyaan Sendy.

Program belajar energi migas merupakan salah satu upaya EMCL untuk mengenalkan tentang operasi industri hulu migas kepada pelajar di Bojonegoro. Program ini telah dilaksanakan sejak tahun 2012 di berbagai sekolah.

Untuk menarik perhatian peserta, Sendy mengenakan pakaian keselamatan kerja berwarna oranye dan membawa beberapa peralatan seperti kacamata dan sarung tangan.

"Di EMCL, kami sangat mengutamakan keselamatan pekerja. Oleh karena itu, peralatan perlindungan diri wajib dipakai saat bekerja, " jelas Sendy.

Dia juga menyampaikan bahwa EMCL merasa bangga ikut berpartisipasi dalam mendukung pemerintah dalam pengembangan sektor pendidikan, kesehatan dan ekonomi masyarakat yang bernilai positif. Satu di antaranya adalah program pengembangan energi alternatif di masyarakat berupa biogas.

"Biogas dari kotoran hewan merupakan energi terbarukan yang sangat relevan di masyarakat sini, karena sumbernya banyak ditemui di sekitar lingkungan seperti sapi dan unggas," ungkapnya.

Para siswa mengajukan berbagai pertanyaan tidak hanya tentang proses pengambilan minyak itu sendiri. Di antara mereka banyak pula yang melontarkan pertanyaan tentang dampak lingkungan dan kontribusi migas bagi pembangunan di Bojonegoro. Tidak hanya Sendy yang menjawab, bahkan di antara siswa ada yang membantu memberi penjelasan.

“Ini pembelajaran yang baik,” timpal Kusnadi, Kepala Seksi Kurikulum Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Wilayah Kabupaten Bojonegoro. Menurutnya, kegiatan seperti ini harus terus dilakukan dan berkesinambungan. Karena belajar dari para praktisi, tutur dia, lebih mengena daripada hanya sekedar teori dari buku di sekolah.

Halaman
12
Penulis: Iksan Fauzi
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved