Lapor Cak

Duh Semrawutnya Parkir di Depan RSUD Soewandhie Surabaya 

Banyak pengendara mengeluhkan Semrawutnya lalu lintas di Jl Tambakrejo depan RSUD Soewandhie Kota Surabaya.

Duh Semrawutnya Parkir di Depan RSUD Soewandhie Surabaya 
surya/habibur rohman
DIPENUHI PARKIRAN - Tukang becak melintas jalan sekitar Rumah Sakit Dr Soewandie yang dipenuhi kendaraan bermotor parkir, Kamis (/1/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Banyak pengendara mengeluhkan Semrawutnya lalu lintas di Jl Tambakrejo depan RSUD Soewandhie Kota Surabaya. Jalan raya ini kini makin menumpuk kendaraan parkir di bahu jalan.

Di Jl Tambakrejo itu setiap hari selalu dipenuhi parkir kendaraan. Sisi kiri depan RS dipenuhi becak yang setiap saat mangkal. Sementara di sisi kanan atau seberang RS Retusan motor berjajar parkir di tepi jalan.

 "Kalau itu bukan tepi jalan, tapi sudah di badan jalan. Akibatnya jalan menyempit sehingga selalu macet daerah ini. Masak itu parkir resmi," reaksi Fatoni, salah satu pengguna jalan, Kamis (25/1/2018).

Pantauan di lokasi memang banyak motor parkir di tepi jalan depan RSUD milik Pemkot Surabaya itu. Bahkan tidak hanya di tepi jalan, motor juga banyak parkir di trotoar jalan.

Akibatnya setiap hari, jalan di depan RSUD itu makin semrawut. Motor, becak, dan mobil semua parkir jadi satu. Apalagi arus kendaraan di Jl Tambakrejo itu terjadi dua arah.

Pantauan di lokasi, parkir di tepi jalan raya itu didominasi parkir motor. Petugas parkir yang dilengkapi seragam itu mengatur dan menarik tarif parkir di tepi jalan umum itu. 

Kendaraan bermotor silih berganti keluar masuk areal parkir tepi jalan itu. Petugas berteriak dan mengarahkan tempat pakir kosong. Berlaku tarif Rp 2.000 untuk motor. Siapa pun yang meletakkan motor di situ ditarik parkir.

Orang cenderung Memarkir motornya di sebarang RSUD karena lebih dekat dan praktis. Tinggal nyebrang pengunjung RSUD itu bisa menuju IGD. Mereka sesukanya menyeberang sehingga membuat suasana makin semrawut.

Belum lagi tukang becak yang juga seenaknya parkir persis di depan IGD. Mereka juga bisa keluar masuk dan cenderung liar laku becak itu. Akibatnya suasana makin semrawut.

Bahkan parkir di tepi jalan umum depan seberang RSUD itu jadi satu dengan toko-toko dan minimarket. Akibatnya kondisi makin semrawut karena setiap saat pengunjung keluar masuk toko jadi satu dengan parkir.

Selain Jl Tambakrejo, Jl Tambak Bening juga dijadikan areal parkir. Bahkan jalan kampung ini makin semrawut. Namun areal ini tidak masuk jalan utama.

Kondisi Semrawutnya parkir di depan RSUD Soewandhie itu sudah berlangsung lama. Supriyanto, pengunjung RSUD asal Tambaksari mengaku heran kenapa RSUD besar tidak punya areal parkir memadai. 

"Saya lebih senang parkir di dalam gedung karena terhindar panas dan hujan. Namun di parkir resmi di dalam gedung kerap habis karena sempitnya lahan parkir," kata Supriyanto.

Saat Surya.co.id mengecek kondisi parkir motor di dalam RSUD, parkirnya ada di basemant. Namun hanya sisi samping basement. Parkir di tempat ini hanya mampu menampung kurang dari 100 motor. 

 Supriyanto mempertanyakan, kenapa RSUD dibangun megah tapi tak diikuti dengan fasilitas parkir. Akibatnya Parkir meluber di tepi jalan raya depan RSUD.  

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help