Berita Pendidikan Surabaya

Dindik Jatim Usul Tambahan 1.000 PNS Guru SMA/SMK, Diutamakan Statusnya begini

Moratorium Guru Tidak Tetap (GTT)oleh Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Jatim dipastikan tidak akan mengatasi kebutuhan guru.

Dindik Jatim Usul Tambahan 1.000 PNS Guru SMA/SMK, Diutamakan Statusnya begini
surya/sulvi sofiana
Kadindik Jatim Saiful Rachman 

SURYA.co.id | SURABAYA - Moratorium Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) oleh Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Jatim dipastikan tidak akan mengatasi kebutuhan guru yang terus bertambah.

Untuk itu Dindik Jatim akan mengusulkan 1.000 guru PNS untuk SMA/SMK.

Kepala Dindik Jatim, Saiful Rachman mengungkapkan pengusulan tambahan 1.000 guru PNS  akan dilakukan setelah pemetaan dan pemerataan personel guru yang ada.

"Kami analisa dulu kebutuhannya dan kami juga diminta mengusulkan penambahan guru PNS," ungkap Saiful usai mengisi seminar pendidikan di Universitas 17 Agustus (Untag) Surabaya, Rabu (24/1/2018).

Baca: Info CPNS 2018 yang Terbaru di Pemkab Mojokerto, Ini Kuota dan Persyaratan yang Perlu Anda Tahu

Baca: Seleksi CPNS Pemprov Jatim Dibuka Agustus 2018. Siap-siaplah

Menurut Saiful, hak prioritas untuk diusulkan menjadi PNS adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) yang statusnya masih GTT.

Meski sebenarnya lulusan perguruan tinggi yang fresh graduate juga bisa mendaftarkan diri.

"Kalau skemanya pemerintah pusat yang disampaikan Wapres itu akan mengangkat 300 ribu guru selama tiga tahun ini. Setiap tahunnya 100 ribu. Dan tahun ini Jatim akan mengusulkan seribu khusus untuk SMA/SMK," tutur Saiful.

Disamping penambahan jumlah PNS, lanjut Saiful, kebutuhan pendidik juga akan didukung dengan mengoptimalkan guru PNS yang dipekerjakan (Dpk) di sekolah swasta.

Halaman
123
Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help