Berita Malang Raya

Datang Dari Nganjuk Demi Nonton Arema, 4 Remaja Dirampas Ponselnya Oleh 2 Pria di Stasiun Malang

4 remaja dari Nganjuk jauh datang ke Malang demi nonton Arema. Setiba di stasiun Kota Malang, mereka didatangi 2 pria yang merampas ponselnya.

Datang Dari Nganjuk Demi Nonton Arema, 4 Remaja Dirampas Ponselnya Oleh 2 Pria di Stasiun Malang
ist
Ilustrasi 

SURYA.co.id | MALANG - Kasat Reskrim Polres Malang Kota, AKP Ambuka Yudha mengklaim sudah mengantongi ciri-ciri pelaku perampasan ponsel milik empat remaja asal Nganjuk yang akan menyaksikan pertandingan Arema FC, Sabtu (20/1/2018).

“Kemarin memang ada info dan laporan perampasan HP. Korban dari Nganjuk. Kami lagi kumpulkan info, sementara ciri-cirinya sudah ada,” katanya singkat melalui pesan pendek, Minggu (21/1/2018) malam.

Empat remaja yang menjadi korban perampasan itu masing-masing adalah Hd, Tg, Kv, dan Oz. Mereka berempat datang dari Dusun Banjarsari, Desa Sidorejo, Sawahan, Nganjuk

Informasinya, sebelum ke stadion Gajayana, empat remaja yang baru turun dari kereta di Stasiun Kota Malang ini singgah ke warung untuk makan. 

Nah, saat sedang makan itulah mereka didatangi dua pria yang mengendarai motor Suzuki Spin. 

Dua pria ini menuduh mereka memukuli adiknya dan memaksa mereka ikut pergi ke kawasan Blimbing. 

Di Blimbing, para pelaku mengintimidasi empat remaja tersebut dan merampas ponsel mereka dengan dalih sebagai jaminan. 

“Kemudian kedua pelaku kabur dan korban dibiarkan begitu saja,” papar Ambuka.

Sementara itu, Febri Hadi Kusuma (29) anggota keluarga salah satu korban mengatakan kalau pelaku mengajak para korban ke Kelurahan Purwodadi, Kecamatan Blimbing,  dekat rel kereta api. Di sana sudah ada beberapa orang yang menunggu para korban.

“Mereka lalu meminta HP sebagai barang jaminan yang disita agar tidak kabur. Pelaku bilang mau memanggil adiknya yang katanya dipukul empat anak ini,” tandas Febri.

Tapi, ternyata para pelaku tidak kembali. Karenanya empat remaja itu akhirnya sadar bahwa mereka telah ditipu.

Mereka sempat berupaya mencari para pelaku di gang-gang Jalan Mangunsarkoro namun tak membuahkan hasil.

Putus asa, mereka akhirnya mencari angkot dan meminta diantar ke kantor polisi. Oleh pengemudi angkot, mereka dibawa ke Polsek Kedungkandang. 

Dari Polsek, mereka kemudian diarahkan ke Polres Malang Kota. 

“Oleh Brigadir Dhany, anggota polsek, empat Aremania ini dipesankan Grab, untuk melapor ke Polres Makota,” kata Kasubbag Humas Polres Makota, Ipda Ni Made Seruni Marhaeni. 

Penulis: Benni Indo
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help