Berita Pendidikan Surabaya

Gagal di Nomor Individu, Dua Siswa Smamda Juara Olimpiade Anggar Beregu di Brunei

Masih teringat jelas rasa putus asa harus gagal di kejuaraan individu Brunei Open Fencing Championship 2018.

Gagal di Nomor Individu, Dua Siswa Smamda Juara Olimpiade Anggar Beregu di Brunei
surya/habibur rohman
OLIMPIADE ANGGAR - Peraih medali perak Brunei Open Fencing Championship 2018 dari SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Surabaya Rizki Rahmalia Bachtiar dan Aurelya Rizky Amanda Putri berbagi pengalaman tentang anggar pada siswa lain. 

SURYA.co.id | SURABAYA – Masih teringat jelas rasa putus asa harus gagal di kejuaraan individu Brunei Open Fencing Championship 2018.

Dua atlet Cabang Olah Raga (Cabor) Anggar yang juga siswi SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Surabaya Rizki Rahmalia Bachtiar (16) dan Aurelya Rizky Amanda Putri (17) yang mewakili sekolahnya akhirnya nekat mengikuti kategori beregu.

Kiki sapaan akrab Rizki Rahmalia Bachtiar yang mahir memainkan pedang Degen harus berlatih sebelum lomba beregu Sabel.

Sama halnya Oyel, sapaan akrab Aurelya Rizky Amanda Putri yang mahir dalam pedang Sabel, harus mengumpulkan tenaga ekstra untuk kategori beregu Degen.

Namun, tekad mereka untuk membawa kebanggaan saat pulang ke tanah air ternyata mambuahkan hasil. Merekapun meraih medali perak pada, pada 9 Januari hingga 14 Januari lalu, di Nomor Sabel Putri beregu dan Degen Putri beregu.

Di sela kegiatan berbagi pengalaman dengan temans ekelas di sekolahnya, Minggu (21/1/2018) kiki mengugkapkan awalnya cukup grogi saat harus berlaga.

Apalagi dari 5 perwakilan asal Indonesia, hanya dirinya yang bertanding duluan dengan pedang Degen. Ukuran pedang yang lebih besar dan berat itu menurutnya sering embuatnya harus terluka karena sabetan pedang lawan. Tetapi ia melihat atmosfer berbeda dari para pemain di Brunai.

“Mereka mainnya halus seklai, saya sampai nggak berasa kala kena pedang, ternyata mereka sudah dapat poin. Berbeda dengan para pemain di KONI yang sampai terdengar pukulan lawan,” ungkap gadis yang juga juara anggar di KONI Surabaya ini.

Brunei Open Fencing Championship 2018 ini merupakan event internasional dan pengalaman pertama yang diikutinya.

Meski awalnya grogi menghadapi lawan yang merupakan atlet nasional Brunei yang dipersiapkan untuk berlaga di Sea Games 2018 di Jakarta itu, tetapi setelah mendapatkan support dari pelatih dan teman-teman akhirnya bisa menguasai diri.

Halaman
12
Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help