Single Focus

Dari Jasa Mencuci Sepatu, Fachrizal dan Hafrizal Raih Omzet Rp 8 Juta Perbulan

Dari usaha mencuci sepatu, dua mahasiswa di Surabaya ini tiap bulan mendapat tambahan uang Rp 8 juta. Ini kisahnya...

Dari Jasa Mencuci Sepatu, Fachrizal dan Hafrizal Raih Omzet Rp 8 Juta Perbulan
surabaya.tribunnews.com/ahmad zaimul haq
Fachizal Danang Dwi Saputra (19), mahasiswa jurusan Ilmu Ekonomi Universitas Surabaya (Ubaya) dan Hafrizal Mulyawan (20) mahasiswa jurusan Manajemen Stiesia (kanan) di gerai cleaning dan perawatan sepatu miliknya yang diberinama Knight Shoes yang memanfaatkan garasi rumah di kawasan Pepelegi Sidoarjo, Rabu (17/1). Berawal dari hobi koleksi sepatu sejak SMA, omset usaha perawatan sepatu mereka kini mencapai 8 juta perbulan. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Tidak sedikit mahasiswa yang di sela-sela waktu studinya, fokus mengembangkan bisnis sendiri. 

Mereka memulai usaha untuk bisa membiaya kuliah sendiri atau agar bisa mandiri, tidak lagi tergantung pada orangtua. 

Ini pula yang dilakukan Fachrizal Danang (19) bersama Hafrizal Mulyawan (20), dua anak muda yang sudah berkawan sejak di bangku SMP.

Kini, mereka sukses merintis bisnis cuci sepatu. Mereka membuka jasa perawatan sepatu dengan nama 'Knight Shoes' di bilangan Pepelegi Sidoarjo.

Saat disambangi Surya, Selasa (16/1), dua pemuda yang masih menempuh studi di Universitas Surabaya dan Stiesia itu tampak sibuk membersihkan sepatu pelanggan dengan metode dry cleaning.

Sesekali Danang menyemprotkan cairan pembersih ke sepatu, lalu menyikatnya hati-hati.

"Kami menjalankan bisnis ini sejak 2014. Awalnya, kami memang kolektor sepatu merek sama, nah merawat sepatu kan tidak bisa asal agar bisa tetap awet. Kami akhirnya terpikir membuat bisnis jasa merawat dan mencuci sepatu," urai Danang.

Mahasiswa jurusan Ilmu Ekonomi Ubaya ini menyebutkan, saat itu mereka hanya punya modal kecil, tidak sampai Rp 1 juta. Dengan modal nekat dan menawarkan jasa dari mulut ke mulut, ternyata bisnis kecil itu berkembang seiring banyaknya pelanggan.

"Sosmed sangat membantu. Terutama instagram, lalu kami juga menawarkan lewat aplikasi perpesanan Line. Sekarang alhamdulillah setiap bulannya kami melayani 180 sampai 200 pasang sepatu," ungkapnya.

Dengan pelayanan jasa sejumlah itu, dua muda ini bisa meraih omzet Rp 8 juta sampai Rp 9 juta perbulan, dengan keuntungan lebih dari 60 persen.

Halaman
123
Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help