Berita Pasuruan

Kronologis Hilangnya Solihati hingga Ditemukan Tewas Tanpa Kepala dan Lengan di Mangrove Pasuruan

Hidayatullah (30) , warga Sambisirah, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan tak kuasa menahan haru.

Kronologis Hilangnya Solihati hingga Ditemukan Tewas Tanpa Kepala dan Lengan di Mangrove Pasuruan
surya/galih lintartika
TITIK TERANG : Kasatpolair Polres Pasuruan AKP Poerlaksono saat menenangkan Hidayatullah (tengah) yang mengaku anak dari mayat perempuan yang ditemukan tewas tanpa kepala dan tangan di kawasan mangrove kamis lalu. 

SURYA.co.id I PASURUAN - Hidayatullah (30) , warga Sambisirah, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan tak kuasa menahan haru.

Tangisnya pecah saat melihat beberapa potongan baju yang tertinggal dan melekat di mayat perempuan tanpa identitas yang ditemukan tewas mengenaskan tanpa kepala dan tangan di kawasan mangrove Kelurahan Kepel, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan, Kamis (18/1/2018) sore

Hidayat histeris saat mendatangi Kantor Polair Polres Pasuruan di dekat Pelabuhan Kota Pasuruan, Sabtu (20/1/2018) pagi.

Beberapa kali, Hidayatullah tak kuasa menahan tangisnya.

Emosinya pecah, apalagi saat melihat celana dalam orang tuanya.

Ia sangat yakin bahwa itu jenazah itu adalah ibunya, Solihati yang hilang sejak 7 Nopember 2017.

"Lihat dasternya saja saya sudah yakin, apalagi saat melihat celana dalamnya. Saya tambah yakin sekali," katanya.

Hidayat, sapaan akrabnya, mengaku sangat kangen dengan ibunya. Ia sudah lama mencari ibunya.

Kata dia, ibunya ini meninggalkan rumah tanpa kabar. Padahal, sebelum meninggalkan rumah, sang ibu pamitan mau ke rumah saudaranya di Kota Pasuruan.

"Pamitannya bukan ke saya, tapi ke ponakannya. Kalau pamitan ke saya, pasti akan saya antar. Ibu saya itu sudah tua, usianya 60, daya ingatnya sudah berkurang. Dia juga seperti orang linglung dan gak inget apa - apa kadang ," tambahnya.

Halaman
12
Penulis: Galih Lintartika
Editor: Musahadah
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help