Berita Surabaya

Sebelum Menikah, Calon Pasutri Sebaiknya Cek Status Talasemia Agar Tak Menyesal di Belakang

Pasangan yang hendak menikah, didorong untuk memeriksa status talasemianya agar tak menyesl di kemudian hari. Ini alasannya...

Sebelum Menikah, Calon Pasutri Sebaiknya Cek Status Talasemia Agar Tak Menyesal di Belakang
cloudfront.net
ilustrasi pernikahan 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pasangan muda-mudi yang akan menikah didorong memeriksa status talasemianya agar terhindar dari pernikahan sesama pembawa gen talasemia.

Rendahnya upaya deteksi dini kelainan darah genetis tersebut menyebabkan muncul penderita baru setiap tahun.

Perlu diketahui, talasemia adalah kelainan darah (sel darah merah) akibat faktor genetika atau keturunan. Penyandang talasemia punya hemoglobin (Hb) di bawah normal, yakni kurang dari 12,5. Itu menyebabkan penyandang talasemia terkena gangguan tumbuh kembang, yakni bertubuh kerdil dan kemampuan berpikir di bawah rata-rata.

Melihat fenomena ini, Dharma Wanita Kota Surabaya memberikan sosialisasi deteksi dini Talasemia pada Dharma Wanita di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Surabaya.

Menurut Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Surabaya, I Dewa Gede Ugrasena, talasemia bisa dihindari dengan mencegah perkawinan sesama pembawa sifat talasemia.

Orangtua pembawa gen talasemia berisiko punya anak penyandang talasemia 25 persen, berpotensi punya anak pembawa sifat talasemia 50 persen, dan memiliki potensi anak lahir normal 25 persen.

"Jika ibu hamil didiagnosis membawa sifat dan menyandang talasemia, kehamilan bisa dihentikan. Mereka umumnya datang saat ada gejala talasemia, yakni kulit pucat dan perut membesar. Sejauh ini, generasi muda amat jarang memeriksakan sel darah untuk mengetahui status talasemianya,"ungkapnya dalam acara uang diadakan di gedung Wanita, jalan Kalibokor, Jumat (19/1/2018).

Penyandang talasemia harus rutin menjalani transfusi darah dan minum obat. Pengobatan bisa dilakukan dengan mengikat zat besi dan pengangkatan limfa. Terapi itu memperpanjang usia, tetapi tak menyembuhkan.

”Ada terapi transplantasi sumsum tulang belakang dengan tingkat keberhasilan lebih tinggi, tetapi di Indonesia belum ada rumah sakit bisa melakukannya,” ujarnya.

Chusnur Asmiati, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Surabaya mengatakan bahwa kontribusi Dharma Wanita Persatuan dalam turut serta menyelesaikan masalah bangsa telah masuk dalam Program Prioritas yang telah ditetapkan bersama, yaitu Pembinaan Pendidikan di lingkungan Dharma Wanita Persatuan dan masyarakat, Pemberdayaan Ekonomi Produktif Kreatif bagi anggota dan masyarakat serta Implementasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).

"Diharapkan anggota Dharma Wanita Persatuan dan kaum perempuan pada umumnya, terus mengembangkan kualitas diri dan selalu kritis dalam melihat isu-isu yang sedang berkembang dalam masyarakat," urainya.

Sosialisasi ini sebelumnya juga telah dilakukan di lingkungan darma wanita pemerintah Kota Surabaya. Ranah Dindik Kota Surabaya ini diharapkan bisa berimbas pada orang tua atau siswa yang notabene guru atau siswa.

"Kami akan bekerja sama dengan Rotary untuk deteksi dini Talasemia sebanyak 600 anak. Jadi perkawinan antar individu thalasemia bisa dicegah,"pungkasnya.

Tak sekedar memberikan edukasi talasemia, sejumlah guru dari SMPN 4 juga didatangkan untuk menambah wawasan anggota terkait vitamin tanaman yang bisa dibuat daei limbah rumah tangga.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved