Surya/

Berita Malang Raya

Hujan Deras, Rumah di Bantaran Sungai Brantas Malang Ini Longsor, Nasib Warganya. . .

Peristiwa itu bermula ketika hujan turun dengan intensitas tinggi dan membuat debit sungai meningkat.

Hujan Deras, Rumah di Bantaran Sungai Brantas Malang Ini Longsor, Nasib Warganya. . .
surya/benni indo
Kondisi longsor di Oro-oro Dowo, Jumat (19/1/2018). 

SURYA.co.id | MALANG - Enam warga diungsikan akibat bencana longsor yang terjadi di bantaran Sungai Brantas, Jl Brigjen Slamet Riadi Gang 3, RT 1/RW 6, Jumat (19/1/2018).

Tiga rumah milik warga rusak akibat longsor tersebut, yaitu Idam Choliq, Budi Hari Permana dan Bu Jum.

Kepala BPBD Kota Malang J Hartono menerangkan, sebuah dapur roboh dan dua dapur lainnya milik warga menggantung.

Selain itu, satu set peralatan memasak dan peralatan makan tergerus longsor. Termasuk sebuah buah mesin cuci.

Hartono mengatakan peristiwa itu bermula ketika hujan turun dengan intensitas tinggi yang terjadi pada dini hari. Akibatnya, debit dan arus sungai meningkat.

"Aliran air menggerus plengsengan yang menyebabkan plengsengan ambrol dan berdampak pada tiga rumah yang berada di atasnya," papar Hartono, Jumat (19/1/2018).

Akibatnya, dapur milik warga terdampak tidak bisa digunakan. Kerugian yang timbul akibat bencana tersebut sekitar Rp 123.810.000.

Sementara itu, Farida Agustina, istri Choliq mengungkapkan, longsor yang terjadi di rumahnya adalah longsor kali ketiga.

Sebelumnya sudah terjadi dua kali longsor beberapa minggu lalu. Longsor kali ini terjadi pada pukul 04.00 wib.

"Sudah longsor kecil 2 minggu sebelum ini. Sudah dua kali dulu, sekarang ini lagi," ujarnya.

Beruntungnya Farida sudah mengungsi ke rumah orangtuanya bersama dua anaknya.

Ia mengungsi setelah longsor kecil terjadi pertama kalinya beberapa minggu lalu.

"Seminggu tidur di rumah ibu. Kalau suami tidur di rumah," sambungnya.

Sementara itu, Sulistyani (61) ketua RT 1 RW 6 mengatakan rumah Choliq terdampak parah.
Kemudian menyusul rumah berikutnya. Katanya, setiap tahun terjadi longsor di RT nya.
Sumistyani mengatak sudah meminta bantuan dari Pemkot Malang namum belum ada realisasi sejauh ini.

"Sudah minta tolong ke Abah Anton untuk memperhatikan. Saya mohon ada tindakan dari pemerintah agar warga saya tidak kena musibah lagi," ujarnya.

Di RT 1, ada 62 KK. 15 KK diantaranya berpotensi longsor.

Penulis: Benni Indo
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help