Surya/

Berita Surabaya

Gandeng ITS dan UKWMS, BPOM bakal Melakukan Penguatan di Bidang ini

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menjalin kerjasama dengan sejumlah perguruan tinggi.

Gandeng ITS dan UKWMS, BPOM bakal Melakukan Penguatan di Bidang ini
surya/sulvi sofiana
Dari kiri: Kuncoro Foe, Rektor UKWMS Kepala BPOM RI, Ir Penny Kusumastuti Lukito, Prof Joni Hermana di Rektorat ITS, Jumat (19/1/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menjalin kerjasama dengan sejumlah perguruan tinggi.

Di Surabaya Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dan Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) berkesempatan melakukan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kepala BPOM RI, Ir Penny Kusumastuti Lukito MCP di Rektorat ITS, Jumat (19/1/2018).

Menurut Penny, kerjasama ini dilakukan untuk memperkuat penanganan permasalahan dan tantangan tugas BPOM.

“BPOM terus menjalin kemitraan dengan berbagai instansi masyarakat, salah satunya adalah perguruan tinggi yang menjadi pusat pengetahuan dan pengembangan teknologi,” tutur Penny.

Dalam kerja sama yang dilakukan ini, nantinya riset-riset yang dikembangkan oleh kampus akan digunakan untuk membantu BPOM dalam melaksanakan kinerjanya.

Salah satunya di ITS terdapat Pusat Kajian Halal yang menjadi daya tarik BPOM. Saat ini ITS juga sedang mengembangkan kapal yang siap membantu BPOM dalam menjalankan tugasnya di seluruh wilayah Indonesia.

“Kapal yang dikembangkan oleh ITS ini nantinya digunakan membantu dalam mengawasi pengiriman obat dan makanan di daerah perbatasan BPOM, untuk mengantisipasi adanya barang yang ilegal atau tidak ada jaminan keamanannya bagi masyarakat,” jelas Penny.

Sedangkan dengan UKWMS kerjasama yang dilakukan mencakup pengembangan bahan-bahan yang digunakan dalam industri dan produksi, termasuk obat-obatan tradisional.

Menanggapi hal tersebut, Rektor ITS, Prof Joni Hermana menyambut baik ajakan kerjasama ini. Apalagi hal ini juga sangat erat kaitannya dengan adanya Pusat Kajian Halal di ITS.

Ia juga sempat memaparkan bahwa Indonesia sebagai negara dengan penduduk yang sebagian besar beragama Islam, status kehalalan makanan masih belum jelas.

Halaman
12
Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help