Berita Surabaya

Bakal Naik 10 Kali Lipat, Sanksi Denda Pelanggar Parkir di Surabaya Rp 500.000, ini Pertimbangannya

Pemkot Surabaya akan mengambil langkah dan kebijakan lain untuk menindak pelanggar rambu larangan parkir.

Bakal Naik 10 Kali Lipat, Sanksi Denda Pelanggar Parkir di Surabaya Rp 500.000, ini Pertimbangannya
surya/ahmad zaimul haq
Petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya menggembok mobil yang parkir sembarangan di Jalan Dharmawangsa, Selasa (27/9/2016). Sanksi ini kini dinilai tak efektif lagi. 

SURYA.co.id |SURABAYA - Pemkot Surabaya akan mengambil langkah dan kebijakan lain untuk menindak pelanggar rambu larangan parkir.

Sebab razia bahkan gembok paksa karena melanggar rambu larangan parkir tak bikin jera. 

Para pemilik kendaranan baik roda dua maupun roda empat memilih kucing-kucingan dengan petugas.

Ada petugas para pelanggar kabur. Tidak ada petugas, mereka ngetem di lokasi larangan parkir.

"Selama denda tilang larangan parkir hanya Rp 50.000 akan terus marak pelanggaran. Sedang dibahas rencana perda menaikkan denda tilang khusus pelanggar parkir," kata Kasi Dalops Dishub Kota Surabaya, Trio Wahyubowo. 

Saat ini menguat wacana bahwa bagi pelanggar parkir akan dikenakan sanksi berupa denda tilang hingga naik sepuluh kali lipat. Pelanggar rambu larangan parkir nanti ditilang Rp 500.000.

Namun, semua harus melalui Perda. Jika disetujui akan diberlakukan. Saat ini rencana itu Sudah matang.

"Tunggu kami akan membuat kejutan bagi pelanggar rambu jalan dengan teknologi juga," kata Trio. 

Saat ini pelanggar rambu jalan dan lalu lintas denda nya tegolong kecil. Akibatnya pengguna jalan kerap melanggar. Kalau melanggar rambu larangan parkir Rp 50.000, melanggar lampu merah Rp 70.000. 

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help