Citizen Reporter

100 Sanseviera untuk Sekolah Al Muslim

mengapa lidah mertua yang dipilih? karena tanaman keluarga ini sangat unik dan banyak manfaatnya, utamanya penyerap polusi udara ...

100 Sanseviera untuk Sekolah Al Muslim
zaimatus zaifaro/citizen reporter
100 sanseviera untuk sekolah 

Reportase Zaimatus Zaifaro S.Pd
Ketua Tim Green Education SD Al Muslim/Mahasiswa Dikdas Program Pascasarjana Universitas Negeri Surabaya

 

 

MEMPERINGATI hari sejuta pohon dunia, Kamis (9/1/2018), SD Al Muslim  mengajak warga sekolah dan masyarakat sekitar untuk mengenal dan memahami pentingnya pohon bagi lingkungan sekitar dan kehidupan.

“Menciptakan dan memelihara lingkungan yang asri dan berbudaya lingkungan menjadi tanggung jawab kita semua, dan sebagai pioner pembentuk karater positif generasi bangsa sudah selayaknya segenap guru dan pemangku kebijakan mendukung setiap aksi lingkungan yang ada,” tutur Ummul Jazilah S.Ag, Kepala SD Al Muslim.

Bersama Zaimatus Zaifaro S.Pd, ketua tim Green Education SD Al Muslim dan Dzahrotul Mahmuda DA S.Pd, penanggung jawab kegiatan peringatan hari sejuta pohon, merancang kegiatan yang melibatkan segenap guru dan siswa dengan menanam 100 sansiviera.

Sansiviera atau tanaman bernama lidah mertua merupakan salah satu tanaman apotek hidup yang terkenal karena nama dan manfaatnya. Masyarakat Indonesia menggunakan tanaman ini sebagai hiasan, kesehatan, kecantikan, maupun alasan lainnya.

Karakteristik sansiviera memang unik, cantik, dan perawatannya mudah. Hanya memerlukan sedikit sinar matahari dan air sudah bisa tumbuh dan sehat. Memiliki daun tegak dan keras. Ujung yang runcing digunakan sebagai bentuk adaptasi dan proteksi diri. Setiap helai daun sansiviera mampu mereduksi racun yang terdapat di udara dengan baik.

Sehelai daun sansiviera mengandung pregnane glycoside yang mampu menguraikan senyawa beracun menjadi senyawa organik.

Lidah mertua ini juga mampu mengurai racun seperti karbon dioksida (CO2), benzene, formaldehid, kloroform, serta tri kotilen.

Sansiviera, juga salah satu tanaman yang bisa menampung polusi terbanyak di antara tanaman lainnya. Yakni sekitar 107 polutan bisa diserap dalam tubuh dan dikeluarkan lagi dalam bentuk oksigen. “Itulah mengapa dipilih sansiviera,” tambah Ummul Jazilah.

Selain sansiviera ada juga tulus, sekam, tanah, pot yang akan digunakan dalam kegiatan menanam sansiviera di tiga lokasi, di gazebo flamboyan, gazebo melati, dan gazebo anggrek.

Penanaman dilakukan bergantian, masing-masing level diberikan waktu 30 menit dengan didampingi tim Green Education, guru kelas dan guru pendamping, tenaga kebersihan dan tenaga kebun. Bahkan kepala sekolah turut serta menanam.

Selain menanamkan rasa peduli lingkungan khususnya pada tanaman sekitar, peringatan hari pohon juga melatih dan menumbuhkan rasa peduli siswa terhadap sesama dan kerja sama yang baik.

Hal ini bisa dilihat saat menanam sansiviera secara berkelompok, dilanjutkan dengan pembagian piket yang bertugas merawat tanaman hingga sansiviera bertumbuh besar bersama siswa di sekolah. Sekolah  pun rindang dan bebas polusi.

Editor: Tri Hatma Ningsih
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved