Berita Surabaya

Jambret HP Cewek, Bandit Jalanan di Surabaya Menyerah setelah Dikejar Korbannya sambil Lakukan ini

Dua bandit jalanan, Afendi (26) dan Saiful Bahri (19) tidak berkutik ketika digulung tim Anti Bandit Polsek Genteng Surabaya.

Jambret HP Cewek, Bandit Jalanan di Surabaya Menyerah setelah Dikejar Korbannya sambil Lakukan ini
surya/fatkhul alami
Dua bandit jalalan menunjukan barang bukti hasil kejahatannya setelah ditangkap tim Anti Bandit Polsek Genteng Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Dua bandit jalanan, Afendi (26) dan Saiful Bahri (19) tidak berkutik ketika digulung tim Anti Bandit Polsek Genteng Surabaya. Kedua pemuda yang kontrak di Jl Sawah Pulo dan Jl Tanah Merah Surabaya diringkus setelah merampas handphone (HP).

Kedua bandit jalanan itu dibekuk lantaran merampas HP milik Intan di Jl Kayun Surabaya, Minggu (14/1/2017) malam.

Ceritanya, Afendi dan Saiful yang berasal dari Sampang itu berencana menjamberet. Keduanya keliling kota naik motor Yamaha Mio L 6367 SW dengan Saiful yang berada di depan dan Afendi membonceng. Mereka memilih jalan-jalan sepi.

Ketika melintas di Jl Kayun, pelaku ini melihat Intan dan teman wanitanya naik motor sambil melihat HP guna mencari alamat lewat 'google map'.

"Pelaku mendekati dan memepet motor korban dari sebelah kiri di Jl Kayun. Kemudian Afendi sebagai eksekutor merampas HP dari pegangan korban," sebut Kapolesk Genteng Surabaya, Kompol Ari Trestiawan, Selasa (16/1/2018).

Tidak ingin HP miliknya hilang, korban tancap gas mengejar pelaku sambil teriak maling.

Teriaka tersebut mengundang perhatian pengguna Jl Kayun yang ikut mengejar. Kejadian itu akhirnya didengar tim Anti Bandit Polsek Genteng yang sedang 'Kring Serse' di Jl Pemuda, dan ikut mengejar pelaku.

"Kami bisa menangkap pelaku saat sedang kabur dari jalan Kayun," turur Ari.

Mantan Kapolsek Dukuh Pakis Surabaya ini menambahkan, dari kasus ini ikut disita motor Yamaha Mio L 6367 SW milik pelaku, dua HP merk Oppo milik korban dan pelaku.

Afendi dan Saiful kini dijebliskan ke sel tahanan Polsek Genteng. Keduanya diherat Pasal 365 KUHP tentang tindak pindana dengan kekerasan dan terancam hukuman maksimal 12 tahun
penjara.

Penulis: Fatkhul Alami
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved