Liputan Khusus

Hindari Jalan Tol saat Awal Dibuka, Ini Alasannya. . .

Hindari lewat tol saat tol masih baru dibuka, apalagi ketika masih digratiskan. Ini alasannya

Hindari Jalan Tol saat Awal Dibuka, Ini Alasannya. . .
surya/m taufik
Pembangunan jalan tol Kertosono-Ngawi yang belum rampung. 

News Analysis
Dr Machsus ST MT
Kepala Departemen Teknik Infrastuktur Sipil
Fakultas Vokasi ITS

SURYA.co.id | SURABAYA - Saya kira dampak pengoperasian Tol Ngawi-Wilangan akan senada dengan pengoperasian Tol Surabaya-Mojokerto.

Antusiasme pengguna jalan pasti tinggi saat awal dibuka dan digratiskan, karena banyak masyarakat pengguna jalan yang ingin tahu dan ingin mencoba.

Saya justru mengingatkan dan menyarankan, hindari lewat tol saat tol masih baru dibuka, apalagi ketika masih digratiskan.

Volume kendaraan yang lewat belum stabil, terlebih lagi pada peak hour (jam sibuk, Red). Apalagi karakteristik perilaku pengguna jalan di Indonesia umumnya berebut mencoba sesuatu yang baru.

Ketika pengoperasian tol sudah sekitar 2 atau 3 bulan, biasanya volume kendaraan yang lewat tol sudah stabil. Itulah volume pengguna tol yang riil.

Dari sisi pengguna tol, potensi kendaraan pribadi atau angkutan logistik yang akan lewat sama besarnya.

Variabel yang mempengaruhi cukup banyak. Umumnya lebih dominan kendaraan penumpang, karena proporsinya memang lebih banyak.

Sebagaimana yang pernah saya sampaikan ke beberapa media jelang pembukaan Tol Sumo, bahwa beroperasinya Tol Sumo pasti berdampak terhadap lalu lintas di sepanjang ruas jalan nasional dari Surabaya hingga Jombang.

Tingkat kemacetan pasti akan menurun atau berkurang. Namun demikian, hal ini tidak berarti bahwa tidak akan terjadi kemacetan di kawasan tersebut.

Halaman
123
Editor: Titis Jati Permata
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help