Surya/

Panen Melimpah, Stok Beras di Kabupaten Malang Aman

Kabupaten Malang menyatakan diri sebagai penyangga pangan Jatim karena stok beras yang melimpah.

Panen Melimpah, Stok Beras di Kabupaten Malang Aman
ist
Panen di wilayah Kabupaten Malang, Jumat (12/1/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Meski Kementerian Perdagangan melakukan impor beras 500.000 ton, tim dari Kementerian Pertanian terus agresif melakukan panen untuk bisa diserap sebagai stok beras Bulog dan pasar. 

Akhir pekan lalu, para pejabat eselon I, II dan III Kementerian Pertanian, mendampingi para kelompok tani (Poktan) di wilayah Kabupaten Malang.

Mereka antara lain, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Andi M Syakir ; Kepala BBP2TP Harris Syahbudin,  Dr Ismail Wahab ; dan Kepala BPTP Jatim Chendy Tafakresnanto, .

Sementara pejabat lokal Kabupaten Malang, antara lain Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Malang, M Nasir ;  Dandim Kab Malang, Letkol Ferry Muzawadi ; Wakapolres Malang, Kompol Deky HS ; serta Kades Curung Rejo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Sujud.

"Panen di desa kami mencapai 48 hektar yang siap panen. Sisanya masih 40 hektar lagi. Kami siap suplai stok, sebenarnya biar tidak ada impor," kata Sugiono, Ketua Poktan Mekarsari I, yang juga masuk dalam Gapoktan Bumi Makmur, Malang.

M Nasir, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Malang, mengatakan bahwa areal yang di panen sekarang ini merupakan daerah penyedia beras premium.

"Di wilayah kabupaten Malang selalu surplus beras. Tercatat di tahun 2016, terjadi surplus 88.000 ton beras dan 76.000 ton beras di tahun 2017," jelasnya.

Kondisi itu dicapai karena petani mampu memberikan produktivitas hingga 7,03 ton sampai 8 ton per hektar dengan IP tanam 2,5.

Dengan kondisi itu, pihaknya optimis, kabupaten Malang sebagai penyangga kebutuhan pangan Malang Raya dalam kondisi aman.

"Tentu semua merupakan hasil kerjasama yang solid dan penuh semangat antara Penyuluh, TNI, POLRI, Pemkab, dan perangkat desa/kecamatan. Hanya saja cuaca yang menjadi kendala yang belum terpecahkan, kaitannya dengan penyediaan air," jelas Nasir.

Halaman
12
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help