Ekonomi

BI Minta Masyarakat Waspadai Peredaran Uang Palsu. Begini Cara Mengenalinya

Bank Indonesia mendorong masyarakat untuk terus mewaspadai peredaran uang palsu. Untuk mengenali uang palsu, begini caranya...

BI Minta Masyarakat Waspadai Peredaran Uang Palsu. Begini Cara Mengenalinya
tribunnews.com
ilustrasi 

SURYA.co.id | MALANG - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Malang akan menggiatkan sosialisasi pengenalan keaslian uang ke masyarakat. Hal ini untuk menekan peredaran uang palsu. Berdasarkan data dari KPwBI Malang, Tahun 2017 ditemukan 5.307 lembar uang palsu. Jumlah ini turun sekitar 15 persen jika dibandingkan dengan Tahun 2016 yang mencapai 6.320 lembar.

"Meski begitu di tahun ini, kami akan terus menggiatkan sosialisasi keaslian uang kepada masyarakat supaya peredaran uang palsu makin terus berkurang," ujar Ketua Tim Sistem Pembayaran, Pengedaran Uang Rupiah, Layanan dan Administrasi KPwBI Malang, Rini Mustikaningsih, Minggu (14/1/2018).

Penurunan angka uang palsu di Tahun 2017, kata Rini, karena gencarnya sosialisasi keaslian uang memakai cara 3D (Dilihat, Diraba, dan Diterawang).

Uang palsu sebanyak 5.385 lembar didominasi pecahan Rp 100 ribu sebanyak 3.339, lalu pecahan Rp 50 ribu sebanyak 1.885 lembar, dan sisanya pecahan lain.

Rini menambahkan, uang Rupiah memiliki ciri-ciri berupa tanda-tanda tertentu yang bertujuan menghindari pemalsuan.

Secara umum, ciri-ciri keaslian uang Rupiah dapat dikenali dari unsur pengaman yang tertanam pada bahan uang dan teknik cetak yang digunakan, seperti tanda air (watermark) dan electrotype, benang pengaman, cetak imtaglio (cetak kasar), gambar saling isi (rectoverso), tinta berubah warna, tulisan mikro, tinta tidak tampak dan ada gambar tersembunyi.

Rini menegaskan semua tanda-tanda fisik uang itu bisa dikenali secara gampang memakai 3D. Selain itu, untuk meminimalkan peredaran uang palsu, BI menyarankan agar transaksi memakai non tunai.

Lebih lanjut, Rini juga menyarankan masyarakat untuk berhati-hati dengan peredaran uang palsu di Tahun 2018. Tahun ini merupakan tahun politik di Indonesia seiring adanya Pilkada serentak. Sebelumnya ditemukan kasus peredaran uang palsu di momen pemilihan langsung. 

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved